Advertisement

Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengontrol polusi CO di udara. Kebanyakan usaha tersebut ditujukan untuk mengurangi polusi CO dari kendaraan bermotor karena sebanyak 64% dari seluruh emisi CO dihasilkan dari transportasi, terutama yang menggunakan bahan bakar (oli)-bensin. Hasil pembakaran mesin ini selain mengandung CO juga mengandung campuran NOx, HC dan partikel, sehingga masalah yang harus dipecahkan juga kompleks. Rasio antara udara dan bahan bakar yang rendah akan mengurangi emisi NOx tetapi menghasilkan emisi CO dan HC yang tinggi. Penggunaan rasio udara dengan bahan bakar yang tinggi mungkin dapat memecahkan masalah ini.

Berbagai cara telah dilakukan untuk mengontrol emisi CO dari kendaraan bermotor. Cara-cara tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

Advertisement
  1. Modifikasi mesin pembakar untuk mengurangi jumlah polutan yang terbentuk selama pembakaran.
  2. Pengembangan reaktor sistem ekshaust sehingga proses pembakaran berlangsung sempurna dan polutan yang berbahaya diubah menjadi polutan yang lebih aman.
  3. Pengembangan sub’stitusi bahan bakar untuk bensin sehingga menghasilkan polutan dengan konsentrasi rendah selama pembakaran.
  4. Pengembangan sumber tenaga yang rendah polusi untuk menggantikan mesin pembakaran yang ada.

Contoh dari reaktor sistem ekshaust misalnya reaktor ekshaust termal dan reaktor katalitik (Gambar 10.2). Reaktor ekshaust termal terdiri dari suatu wadah yang bersuhu tinggi yang menempel pada mesin. Jika gas buangan melalui wadah panas tersebut, udara akan dimasukkan di mana tersedia oksigen untuk proses pembakaran lengkap. Masalah yang dihadapi adalah untuk membuat wadah tersebut harus digunakan bahan yang tahan panas dan dapat dipanaskan dengan cepat, dan tahan terhadap korosi terutama oleh garam timbal (Pb).

Tipe reaktor yang kedua yang disebut reaktor katalitik menggunakan suatu bed yang berisi butiran bahan katalis yang menj adi aktif pada suhu sedang. Gas buangan akan bercampur dengan udara dan melalui katalis yang telah diaktifkan. Dengan adanya katalis, oksidasi berlangsung sempurna pada suhu yang lebih rendah daripada di dalam reaktor termal.

Advertisement