Advertisement

Penelitian dan pengembangan kontrol terhadap polusi NOx terutama diarahkan pada dua macam metode kontrol, yaitu modifikasi kondisi pembakaran untuk menurunkan jumlah NOx yang dihasilkan, dan metode lainnya adalah cara untuk menghilangkan NOx dari gas pembuangan. Dalam hal ini perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan NOx dalam bentuk NO, yaitu suhu pembakaran, adanya kelebihan udara yang tersedia, dan waktu tinggal reaktan-reaktan pada suhu pembakaran tersebut. Suhu pembakaran yang lebih tinggi menghasilkan lebih banyak NOx. Jumlah udara yang lebih rendah umumnya akan menghasilkan NOx lebih sedikit, tetapi kelebihan udara pada konsentrasi tertentu akan mengencerkan gas-gas pembakaran sehingga menghasilkan suhu pembakaran yang lebih rendah, dan akibatnya terjadi penurunan jumlah NOx. Dengan prinsip ini maka beberapa cara telah dilakukan untuk mengurangi jumlah NOx yang diproduksi selama pembakaran, misalnya dengan cara pembakaran dua tahap, resirkulasi gas pembuangan, dan injeksi dengan uap atau air.

Pada metode pembakaran dua tahap, sebagian bahan bakar dibakar dengan udara dalam jumlah stoikhiometrik lebih rendah dari yang tersedia, sehingga oksigen yang tersedia tidak berlebih dan mengurangi produksi NO. Pada tahap kedua pembakaran dilanjutkan setelah penyuntikan udara ke dalam campuran. Dengan cara menghilangkan panas di antara dua tahap, suhu dimana pembakaran terjadi pada keadaan udara berlebih menjadi lebih rendah sehingga konsentrasi NO yang terbentuk juga berkurang.

Advertisement

Resirkulasi gas-gas buangan kembali ke dalam ruang pembakaran akan menurunkan suhu api dan menurunkan konsentrasi oksigen yang tersedia. Kedua hal tersebut mengakibatkan penurunan produksi NOx. Uap air atau air yang disuntikkan ke dalam ruang pembakaran juga dapat menurunkan suhu api dan mengurangi produksi NO . Penyuntikan dengan air lebih sering dilakukan daripada uap air karena; lebih mudah tersedia, biayanya lebih murah, dan pengaruh pendinginannya lebih besar.

Penghilangan NOx dari gas-gas buangan terutama dilakukan menggunakan reaktor katalitik atau sistem absorbsi. Penggunaan katalis untuk mengubah N0x kembali menjadi N2 merupakan pemecahan masalah dalam mengatasi emisi N0x dari kendaraan bermotor. Salah satu masalah yang harus dipecahkan adalah mendapatkan suatu katalis yang tahan lama. Suatu katalis yang baik sekaligus dapat memecahkan beberapa masalah polutan udara, yaitu produksi CO, hidrokarbon, dan NOx dari kendaraan bermotor. Pada sistem tersebut, suatu katalis pengoksidasi dibutuhkan untuk mengubah CO dan hidrokarbon menjadi C02 dan air, sedangkan katalis pereduksi dibutuhkan untuk mengubah NOx menjadi N2.

Metode adsorbsi tidak praktis digunakan untuk mengontrol produksi NOx dari kendaraan bermotor, tetapi efektif digunakan untuk mengadsorbsi gas yang keluar dari teropong asap. Gas yang keluar dilalukan melalui adsorber padat atau cair dimana NOx akan tertahan. Sistem adsorbsi yang mengandung air akan lebih efektif digunakan, terutama jika air tersebut mengandung komponen alkali atau asam sulfat. Sistem yang telah dikembangkan dapat menghilangkan N02 dan sulfur okside sekaligus.

Incoming search terms:

  • bagaimana cara menurunkan suhu pembakaran
  • maksud dari cara menurunkan suhu pembakaran
  • Menurunkan suhu pembakaran

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • bagaimana cara menurunkan suhu pembakaran
  • maksud dari cara menurunkan suhu pembakaran
  • Menurunkan suhu pembakaran