Advertisement

KOORDINASI YANG TERARAH TERHADAP KEGIATAN EKONOMI DI JERMAN – Fungsi dan arti sesungguhnya dari kegiatan perekonomian adalah karena adanya kemajuan ekonomi nasional dan adanya keterbatasan barang-barang kebutuhan manusia pada saat ini, di negara maju sekalipun, maka semua kegiatan perekonomian mempunyai tugas dan tujuan untuk menjamin permintaan masa kini dan mendatang yang sangat beragam. Juga karena adanya perbedaan kehidupan dan gaya hidup perorangan maupun perbedaan kegiatan ekonomi dan kegiatan nonekonomi masyarakat (pendidikan, administrasi, pertahanan, keamanan umum, wilayah kekuasaan, dan sebagainya) sehingga dapat terpenuhi secara memadai dengan sumber daya yang sebenarnya tidak sebanding dengan permintaan tersebut.

Tampaknya, upaya untuk mengatasi masalah tersebut tergantung kepada beberapa hal berikut:

Advertisement
  1. Permintaan harus diseleksi dan ditetapkan berdasarkan urgensinya. Karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki, maka harus diputuskan terlebih dulu permintaan mana dan sejauh mana akan dilayani dan dengan barang apa dipenuhinya, serta bagaimana sumber daya yang terbatas tersebut sebaiknya dialokasikan bagi permintaan sekarang dan yang akan datang, juga antara permintaan perorangan dan masyarakat.
  2. Instrumen yang tersedia untuk memenuhi permintaan tersebut, yaitu barang konsumsi, sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, dan sumber-sumber nonuangnya (misalnya, peralatan, mesin, perlengkapan transportasi dan persediaan bahan baku, produk jadi dan setengah jadi; dengan kata lain, semua sumber daya ma-terial yang tersedia untuk memenuhi permintaan) didaftar dan dinilai sesuai dengan tingkat keterbatasannya. Karena, hanya dengan mengetahui tingkat keterbatasan sumber daya produksi tertentu itulah, baru dapat diputuskan bagaimana hasil suatu pengeluarannya, misalnya untuk jumlah yang pasti dari produk tertentu, dan bisa diproduksi dengan biaya berapa dari sumber daya produksi dan tenaga kerja yang minimum.
  3. Sumber daya yang tersedia untuk memuaskan permintaan harus dibagi sedemikian rupa berdasarkan jenis dan sumber permintaan untuk menjaga agar masalah kehabisan barang dapat diatasi dengan sebaik-baiknya.

Secara lebih gamblang, permasalahan yang dibahas di atas dapat diilustrasikan dengan mengajukan pertanyaan berikut:

  1. Permintaan yang mana yang sebaiknya dilayani? Dengan kata lain, bagaimana caranya agar kapasitas produksi yang

ada, dapat dipakai untuk memproduksi barang modal dan barang konsumsi. Barang modal dan barang konsumsi apa yang sebaiknya diproduksi? Berapa banyak harus disediakan untuk konsumsi perorangan dan seberapa banyak untuk kebutuhan kolektif? Sejauh mana sumber daya produksi dapat digunakan untuk investasi prasarana di satu pihak, dan investigasi penambahan produksi di lain pihak?

  1. Bahan baku dan pengeluaran barang-barang apa saja yang digunakan dalam produksi, teknologi produksi apa yang digunakan, dan di mana tempatnya?
  2. Bagaimana agar pemilik faktor-faktor produksi, pemilik lahan, modal, atau tenaga kerja dapat dipadukan untuk memproduksi jasa dan sejumlah barang yang diinginkan?
  3. Bagaimana sebaiknya produk dibagikan ke pihak-pihak yang terlibat dalam produksi, bagi mereka yang tidak aktif, dan bagi mereka yang tidak produktif?

Inti permasalahan tersebut terletak di dalam jawaban dari pertanyaan tentang, bagaimana kegiatan jutaan pelaku ekanomi dapat dikoordinasikan sehingga proses perekonomian yang terpisah dari segi institusional, kronologis, dan geografis yang disebabkan oleh pembagian dan spesialisasi kerja yang canggih, dapat berfungsi dengan lancar dan seefektif mungkin?

Ada dua aspek yang berkaitan erat dengan masalah koordinasi tersebut, yaitu yang berhubungan dengan perorangan dan dengan entitas-entitas perekonomian global. Dari segi perorangan, fungsi koordinasi adalah untuk menjamin kegiatan ekonomi, pemasokan dan permintaan barang individual sedapat mungkin berada dalam struktur dan ruang lingkup yang wajar. Dari segi global, fungsi koordinasi ialah untuk menciptakan perkembangan pembangunan yang merata bagi seluruh perekonomian nasional dan mempertahankannya.

Dengan kata lain, fungsi koordinasi adalah untuk menjaga proses pertumbuhan ekonomi dapat memadai dan mantap, yaitu tidak terlalu sering dilanda fluktuasi siklikal.

Kedua macam tugas tersebut sulit dilaksanakan dalam suatu perekonomian besar yang terdiri dari jutaan pelaku yang permintaannya amat beragam; dan di tempat yang sumber daya tenaga kerjanya, lahan, fasilitas pabrik, stok barang dan modal tersebar di antara jutaan pelaku ekonomi (pekerja, pedagang, pemilik lahan dan modal); atau di wilayah yang produksi dan konsumsinya merupakan jasa kelembagaan yang disediakan oleh rumah tangga dan perusahaan-perusahaan kecil; dan di daerah yang ratusan ribu perusahaan-nya tersebar secara geografis dan area hukumnya mengem-ban tugas bersama untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan sumber daya produksinya serta memenuhi permintaan barang konsumsi bagi miliaran orang yang tersebar di berbagai penjuru. Tugas mengarahkan perekonomian global dan perorangan serta mengkoordinasikan secara jelas untuk seluruh kegiatan perekonomian itu merupakan fungsi kedua dari suatu tatanan perekonomian.

Advertisement