Advertisement

Sama halnya dengan panjang alas duduk, lebar dudukan kursi harus dapat menyanga (bagian sekitar pantat dan paha) dari subjek dengan baik sehingga stabilitas saat duduk dan pergerakan yang dinamis dapat terjadi. Dimensi lebar dudukan kursi mempengaruhi besarnya distribusi beban tubuh yang dapat ditopang oleh bagian pantat dan paha atas. Diperkirakan 75% berat tubuh bertumpu pada daerah pada saat subjek duduk ischial tuberosities (Parceils eta!., 1999). Untuk mendapatkan kesesuaian antara dimensi tubuh dengan lebar dudukan kursi yang diperlukan, dimensi antropometri yang perlu dipertimbangkan adalah dimensi lebar pinggul. Untuk penggunaan bagi sekelompok pemakai (users), digunakan persentil ter-besar dari lebar pinggul (bisa persentil 95 ataupun persentil 99) populasi yang diukur sehingga dapat mengakomodasi pemakai dengan lebar pinggul yang besar (Sanders dan McCormick, 1993; Helander, 1997). Untuk penentuan dimensi lebar dudukan, maka diperlukan penambahan (allowance) sebesar minimal 10% dari lebar pinggul (Gouvali dan Boudolos, 2006) atau sebesar 5cm pada setiap sisi (kedua sisi kiri dan sisi kanan) untuk mengkompensasi penggunaan pakaian, isi kantong celana dan kebebasan ruang gerak. Dalam kaitannya dengan penggunaan kursi pada murid-murid sekolah dasar, Gouvali dan Boudolos (2006) menyaran¬kan ukuran lebar dudukan kursi sebaiknya antara minimal 1.1xlebar pinggul sampai maksimal 1.3x lebar pinggul. Kelonggaran minimal 10 persen diperlukan untuk kebebasan gerak dan mengakomidasi pemakaian celana sedangkan kelonggaran maksimal 30% sebetulnya hanya untuk penghematan ruang (space economy).

Incoming search terms:

  • kegunaan kursi lebar
  • Pengertian menyanga

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kegunaan kursi lebar
  • Pengertian menyanga