Advertisement

Para ahli arkeologi atau prasejarah berusaha tidak hanya untuk merekonstruksi atau menyusun kembali cara hidup sehari-hari dan adat-istiadat dari bangsa-bangsa masa prasejarah, tetapi juga menelusuri perubahan kebudayaan dan mengajukan keterangan tentang kemungkinan sebab dari perubahan- perubahan kebudayaan itu. Pokok perhatiannya sama dengan perhatian seorang ahli sejarah, tetapi ia menelusuri masa lalu yang lebih jauh. Seorang ahli sejarah hanya mempelajari kebudayaan yang mempunyai catatan-catatan tertulis, dan dengan demikian membatasi diri pada 5.000 tahun terakhir dari sejarah manusia. Untuk semua^ketmdayaan yang telah berlalu dan yang tidak pernah memiliki tulisan, dan dalamnya termasuk banyak kebudayaan yang hidup dalam 5.000 tahun terakhir ini, seorang ahli arkeologi bertindak sebagai seorang ahli sejarah. Karena catatan-catatan tertulis untuk penelitian tidak ada, maka ia terpaksa menyusun kembali sejarah berdasarkan sisa-sisa kebudayaan manusia yang didapatinya. Ada sisa budaya semegah kuil-kuil Maya, yang ditemukan di Chichen Itza di Yucatan, Meksiko, tetapi lebih sering berupa sisa budaya sederhana saja seperti pecahan dari tembikar, alat-alat dari batu dan bahkan timbunan-timbunan sampah. Sisa seperti ini memungkinkan seorang ahli prasejarah, untuk menciptakan kembali satu sejarah untuk masyarakat- masyarakat manusia yang tidak meninggalkan catatan lain. Seorang ahli prasejarah bekerja di berbagai daerah di dunia, karena sisa-sisa dari kebudayaan zaman dulu telah ditemukan di semua benua. Satu tempat yang kaya dengan data-data zaman prasejarah adalah Perancis, di mana kebudayaan Neandertal meninggalkan catatan-catatan luar biasa di dinding-dinding gua dan di dalam tanah. Penggalian dekat Les Eyzies menghasilkan catatan dari orang-orang yang hidup 17.000 — 12.000 tahun yang lalu, yaitu bangsa Magdalen. Dari lukisan-lukisan di gua dan dari sejumlah alat-alat beraneka macam yang diperoleh dari penggalian-penggalian di sekeliling gua-gua, ahli-ahli prasejarah menarik kesimpulan bahwa bangsa Magdalen pada mulanya merupakan orang-orang yang stabil dan makmur. Artifak atau benda budaya yang ditemukan kemudian di daerah sekelilingnya menunjukkan bahwa telah terjadi kemunduran yang besar dalam budayanya; semakin jarangnya peninggalan itu dan sifat dari peninggalan yang ditemukan itu menunjukkan desintegrasi dan menghilangnya tradisi bangsa Magdalen. Jadi, dengan penemuan dan penyelidikan artifak, seorang ahli prasejarah dapat mulai menyusun suatu laporan yang cukup wajar tentang orang-orang yang telah mempergunakan benda itu. Bagi ahli lapangan melakukan penggalian-penggalian dengan susah payah adalah lumrah dan jika artifak sudah terkumpul, maka ia akan mempergunakan hasil penelitian disiplin-disiplin lain. Misalnya, sisa-sisa tanaman dan sisa-sisa binatang dipelajarinya untuk mendapat keterangan tentang iklim, keadaan lingkungan dan makanan. Arkeologi memusatkan diri pada dua hal yang penting. Satu, memantapkan tahap-tahap perkembangan kebudayaan (bagaimana cara-cara hidup berubah) di berbagai bagian di dunia.

Dengan demikian, ahli arkeologi misalnya akan mengemukakan pertanyaan seperti: Kapan dan di mana pertanian pertama kali berkembang. Kapan dan di mana kota pertama kali muncul, dan pertanyaan lain mengenai detil-detil prasejarah. Masalah kedua yang penting untuk arkeologi adalah untuk memahami apa sebabnya perubahan-perubahan tertentu terjadi, kapan dan di mana itu terjadi. Sehubungan dengan itu, ahli prasejarah mungkin mencoba memahami apa sebabnya daerah-daerah yang tinggi di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda pertama dari pemeliharaan tumbuh-tumbuhan dan penjinakan hewan dan apa sebabnya kota-kota di Timur Tengah pertama-tama timbul di lembah-lembah sungai yang setengah kering yang sekarang disebut Irak. Ringkasnya, ahli-ahli arkeologi harus menyusun kembali apa yang terjadi pada masa prasejarah sebelum mereka dapat mencoba memahami apa sebabnya perubahan itu terjadi.

Advertisement

Incoming search terms:

  • arti arkeologi
  • makna arkeologi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti arkeologi
  • makna arkeologi