Advertisement

Salah satu gaya bahasa dalam peng-ucapan yang bertentangan dalam dirinya sendiri atau bertentangan dengan jalan pikiran umum, namun jika ditilik lebih mendalam, sesungguhnya mengandung pernyataan benar dan logis. Gaya pengucapan ini sering kali dipakai dalam puisi atau retorika (pidato), namun dalam sastra Melayu Lama gaya bahasa ini ada dalam pepatah atau bidai. Misalnya ungkapan: “Mereka ini orang-orang miskin tetapi kaya, dan orang- orang bodoh tetapi bijaksana. Mereka inilah rakyat petani kita.” Yang dimaksud ” miskin” adalah miskin Halam harta kekayaan, sedangkan “kaya” dalam ungkapan itu adalah kaya rohaniah, bermoral baik, lugu. Kata “bodoh” berarti kurang berpengetahuan, tetapi “bijaki a” karena memang berhati lurus.

Advertisement
Advertisement