principal and agent (pelaku utama dan perantara)

Hampir semua aktivitas ekonomi melibatkan interaksi antara para pelaku, seperti majikan dan agen yang bertindak atas kepentingan si pelaku. Hubungan pekerjaan itu hanyalah satu contoh.

Contoh lainnya adalah hubungan antara pasien dengan dokter. Lebih rinci lagi, menuju pada ikatan hubungan antara pelaku dan perantara. Seorang individu mungkin menyumbang ke dana pensiun yang mana manajernya berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang dijalankan oleh anggota-anggota dewan. Fund managernya adalah seorang agen dalam satu hubungan dan seorang pelaku dalam hubungan lainnya. Seorang pelaku mungkin punya beberapa agen, dan bisa membandingkan penampilannya. Sama halnya, banyak pelaku mungkin bersaing untuk mendapatkan agen: misalnya, sebuah rumah tangga (ia/agen) mungkin mencari perusahaan asuransi yang menawarkan keuntungan paling besar. Hubungan demikian adalah salah satu yang paling menyerap dalam kehidupan ekonomi.

Meski diakui selama berabad-abad, hubungan peragenan baru mulai dianalisa secara formal pada 1970-an sebagai bagian dari bangkitnya perhatian dalam dorongan dan informasi ekonomi. Ross (1973) yang pertama mengenalkan terminologi pelaku-agen. Ini dan kontribusi kontemporer lainnya, mengenali informasi yang tak sempurna sebagai prasyarat penting bagi masalah untuk terus ada. Dalam kasus hubungan pekerjaan misalnya, si majikan dapat sering mengawasi hasil kerja pekerjanya, tapi bukan tingkat usahanya. Dalam kasus semacam ini, si majikan harus menduga variabel yang tak bisa diamati, usaha, dari orang yang diamati, hasil, dan mencoba membangun sebuah kontrak kerja yang mengurangi insentif bagi yang mengelak.

Masalah informasi ini masuk dalam dua kategori yang disebut Arrow (1991) ‘aksi tersembunyi’ (atau resiko moral) dan “informasi tersembunyi’ (atau seleksi yang merugikan). Contoh aksi tersembunyi diberikan oleh para pekerja yang melalaikan dan oleh para manajer yang menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan pemilik perusahaan mereka. Ilustrasi klasik informasi yang tersembunyi terjadi dalam pasar asuransi kesehatan. Secara tipikal, si agen (orang yang diasuransikan) punya informasi yang lebih baik mengenai kesehatan negara sendiri daripada si pelaku yang mengganti kerugian mereka (penjamin asuransi). Jika setiap orang membayar premi yang sama, orang yang sakit akan membeli lebih banyak asuransi daripada yang sehat. Paling baik ini akan mengarah pada alokasi resiko yang tidak efisien; sedang yang paling buruk, pasar asuransi kesehatan akan mebuka seluk beluknya sementara premi yang naik akan mengurangi semangat semua orang untuk membelinya kecuali mereka yang sakit-sakitan.

Sejumlah mekanisme yang ada memperlakukan kedua jenis masalah informasi itu dalam hubungan agen. Menghindar dalam pekerjaan dapat diatasi dengan pengawasan langsung atas usaha, atau dengan skema pembayaran di mana si majikan memperoleh bagian tertentu dari hasilnya, sedang sisanya untuk si pekerja. Tapi para pekerja umumnya segan memikul begitu banyak resiko. Sebagai hasilnya, berkembanglah kompromi, seperti bertani bagi hasil, yang mana si penyewa memberi bagian hasil panen kepada si pemilik tanah. Ketika hubungan ini berulang, si pelaku bisa menggunakan informasi yang sudah diperoleh dari transaksi dengan si agen. Jadi perusahaan asuransi ini bisa menaikkan premi bagi pengemudi, yang banyak melakukan klaim, membuat insentif untuk berjaga-jaga mana yang hilang dalam putusnya sebuah hubungan.

Informasi yang tersembunyi menciptakan masalah yang lebih besar. Pada kasus asuransi yang sehat, pembeli yang berisiko rendah bisa didorong untuk membuka informasi pribadi mereka dengan menawarkan kebijakan yang menutup jumlah biaya kesehatan mereka lebih besar, melalui ekses yang lebih besar dan dapat dikurangi. Orang yang sakit akan menolak opsi ini. Namun pembagian yang diinginkan kadang gagal akibat tekanan kompetisi.

Analisa hubungan agen itu telah membeberkan sifat umum banyak masalah ekonomi tapi gagal memberi solusi yang universal.

Incoming search terms:

  • pengertian pelaku utama
  • pelaku utama adalah

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian pelaku utama
  • pelaku utama adalah