Advertisement

Manusia merupakan salah satu konsep utama dari eksistensialisme yang diperkenalkan oleh Heidegger. Istilah Jerman man berfungsi sebagai suatu subjek dalam kalimat-kalimat pribadi yang tak berhingga. Menurut Heidegger, bertempat tinggal dalam dunia merupakan cara di mana individu ada bila dia berpikir, merasa dan bertindak sebagaimana setiap orang lainnya tanpa memilih lorongnya yang benar dalam situasi-situasi yang berbeda. Man dinyatakan dalam prinsip-prinsip yang sudah dikenal secara universal tentang perilaku, standar-standar moral, dalam bentuk-bentuk bahasa yang membeku dan yang diwujudkan, serta pikiran, dan sebagainya. Manusia”, menurut Heidegger, selalu bersifat berlawanan dengan keberadaan manusia, serta menghalangi kebebasannya untuk bertindak dan menghilangkan dia dari individualitasnya. Supaya melepaskan diri dari kekuasaan “Man” dan menjadi bebas, keberadaan manusiawi, menurut eksistensialisme Heidegger ini, hendak menempatkan dirinya sendiri dalam suatu situasi garis batas antara kehidupan dan kematian. Individu mampu melepaskan diri dari “eksistensi sehari-hari” hanya karena ketakutan akan kematian lalu dia menjadi bebas dan dapat bertanggung jawab bagi tindakan-tindakannya.

Advertisement
Advertisement