Advertisement

MASALAH SOSIAL PADA PEREKONOMIAN TERENCANA DI JERMAN – Pada dasarnya masalah perekonomian terencana dipengaruhi oleh masalah sosial yang sama seperti yang dibahas di atas dengan perekonomian pasar, yaitu:

  1. MASALAH PEMBANGUNAN EKSISTENSI DAN PENGEMBANGAN MANUSIA

Perekonomian terencana yang tidak ada kepemilikan wasta atas alat produksi, juga menghadapi masalah distribusi harta benda dan penghasilan yang tidak merata, tapi masalahnya tidak separah perekonomian pasar. Di samping itu, masalah ketidakmerataan dalam distribusi pendapatan serta peluang pembangunan eksistensi dalam sistem ini l lorsifat nyata. Sementara barang tertentu terbatas jumlahnya, pendapatan harus didistribusikan sesuai dengan efisiensi perekonomian orang bersangkutan. Itu jika tujuannya adalah hendak mengatasi masalah kehabisan barang dengan cara yang sebaik-baiknya.

Advertisement

Oleh karena itu, perekonomian terpusat juga menghadapi masalah pengesahan perbedaan penghasilan. Di bawah prinsip lurarkhinya, masalah distribusi lainnya timbul dari kenyataan bahwa barang yang jumlahnya terbatas seperti elevasi sosial, kedudukan pemimpin, pendidikan universitas, mobil, liburan ke luar negeri, serta flat yang dihuni dan dimiliki sendiri tidak dialokasikan sesuai kemampuan pemakai melainkan

berdasarkan fungsi politik atau kepatuhan dan kepercayaannya pada ideologi yang dominan. Ketidakmerataan yang terjadi pada ekonomi pasar adalah akibat dari perbedaan daya beli antar individu, sementara pada perekonomian terpusat hal itu disebabkan oleh perbedaan perlakuan yang didasarkan atas sikap-sikap politik, posisi hierarkis, dan derajat sejauh mana sistem itu sendiri mengambil keuntungan dari seseorang.

Sumber masalah sosial lainnya pada sistem hirarkhis adalah nihilnya kesempatan untuk berganti pekerjaan tanpa ijin administratif di dalam semua sistem yang kewenangan perencanaan dari pejabat administrasi perekonomian merambat ke penempatan faktor-faktor produksi. Dengan kata lain, kondisi kerja yang jelek baik menyangkut upah, jenis pekerjaan yang dilakukan, iklim sosial, maupun cara perlakuan atasan pada pekerja yang tidak dapat menghindari kondisi yang dianggapnya negatif itu. Sementara pada perekonomian pasar, individu mempunyai kesempatan untuk berganti majikan atau profesi; hal yang memungkinkannya menghindari ketidakadilan. Bila tuntutan sosial hendak dipenuhi, maka pertimbangan mengenai masalah sosial dari kedua pilihan prinsip koordinasi tadi terlihat bahwa setiap tatanan perekonomian harus dilatarbelakangi oleh suatu tatanan sosial.

  1. MASALAH KEKUASAAN EKONOMI

Masalah kekuasaan ekonomi pada perekonomian terpusat merupakan masalah yang lebih parah daripada perekonomian pasar. Dalam perekonomian terpusat memang tidak terdapat kekuasaan karena organisasi swasta dan kekuasaan karena kekayaan pribadi, namun terdapat kekuasaan karena kepribadian dan masalah lainnya yang lebih berat lagi sehubungan dengan kekuasaan ekonomi negara yang sangat kuat.

Namun demikian, kekuasaan penuh negara atas perekonomian bukanlah merupakan unsur negatif,dan itu bukan semacam kekuasaan; masalahnya ialah dengan cara apa dan untuk tujuan apa kekuasaan itu digunakan. Bagaimanapun |uga, tidak diragukan bahwa jika ada kesempatan dan kemungkinan untuk mengarahkan kekuasaan ekonomi guna menentang keinginan anggota masyarakat, maka akan makin besar kekuasaan yang terkonsentrasi di tangan negara. Akibatnya, kesempatan bagi warga negara untuk terlibat makin terbatas pula.

  1. MASALAH PERONGKOSAN SOSIAL

Di mana pun model perekonomian dengan perencanaan terpusat, masyarakatnya mungkin akan dapat menghindari ongkos sosial, dan ini hanya jika mereka cukup punya pengaruh terhadap keputusan-keputusan administrasi perekonomian. Atau, jika mutu keputusan yang diambil oleh administrasi perekonomian itu cukup memadai dengan sendirinya. Dalam kerangka itu, perekonomian terpusat (sentralistik) juga menghadapi masalah perongkosan sosial karena adanya konsentrasi ekonomi. Misalnya, pada polusi udara dan limbah. Meskipun demikian, biaya ini bukanlah ciri tatanan perekonomian yang diterapkan, melainkan lebih merupakan masalah sistem perekonomian, yaitu, produksi masai yang diindustrialisasikan dan dikonsentrasikan, serta penggunaan teknologi produksi yang menyebabkan kebocoran. Sebetulnya, butir-butir tertentu dari perongkosan sosial, termasuk misalnya di dalam ongkos tanpa kompensasi dari transpor individu masih dapat dikendalikan. Dalam hal ini, dengan membatasi produksi mobil. Jadi, di dalam ongkos tanpa kompensasi dari produksi dan konsumsi nikotin, alkohol, dan narkotik lebih mudah dihindari dalam pengawasan yang ketat dari pemerintah.

Pada perekonomian pasar, pilihan untuk menghindari butir- butir tertentu dari perongkosan sosial semacam ini terbuka dan juga dimasukkan dalam kategori kehilangan. Yaitu, kehilangan ekonomi yang konsekuensinya kehilangan kebebasan individu. Bagaimanapun, pada perekonomian sentralistik, bukan hanya suplai barang konsumen tertentu saja yang mungkin diawasi negara, tapi semua kebutuhan konsumen. Termasuk, suplai buku bacaan dari majalah berbahasa asing, sampai ke bacaan keagamaan, dan, akhirnya, juga liburan dan sekolah di luar negeri.

Pengalaman tahun-tahun terakhir menunjukkan bahwa dibandingkan dengan sistem ekonomi pasar, maka perekonomian sentralistik lebih kesulitan dalam menghadapi efek negatif lingkungan. Ini disebabkan oleh terbatasnya anggaran kebijakan lingkungannya yang juga sebagai akibat dari kurang efisiennya sistem perekonomian.tersebut.

Incoming search terms:

  • Apa masalah ekonomi dijerman
  • Bagaimana cara mengatasi masalah ekonomi di negara jerman jelaskan
  • masalah sosial di jerman
  • permasalahan di negara jerman

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Apa masalah ekonomi dijerman
  • Bagaimana cara mengatasi masalah ekonomi di negara jerman jelaskan
  • masalah sosial di jerman
  • permasalahan di negara jerman