Advertisement

Periode abad ke-3 sampai ke-5 adalah masa ketika peradaban Cina disusupi kebudayaan negara asing. Pemikiran filsafat periode ini diwakili oleh metafisika Taois dari masa Wei-Jin (220-420) (dikenal sebagai Xuan Xue, berarti “ajaran rahasia”, sebenarnya kelanjutan Taoisme) dan Budhisme, setelah bercampur dengan Taoisme yang berkembang subur di Cina dan membayangi Konfusianisme.

Perkembangan Budhisme di Cina ditandai makin menyebarnya kitab suci yang telah diterjemahkan dalam bahasa Cina, bertambahnya kuil dan rahib dengan cepat. Kaisar Tang memerintahkan menghenti-kan perkembangan itu. Pada tahun 845 , 40.000 kuil dihancurkan, 250.000 rahib disekularisasi, dan berhektar tanah kuil disita.

Advertisement

Advertisement