Advertisement

1. Teori bahwa  a) kemajuan sosial terjadi melalui perjuangan, konflik, interaksi, dan oposisi (khususnya kelas-kelas ekonomi), dan b) perkembangan (atau munculnya) satu tingkat masyarakat lainnya tidak terjadi secara gradual tetapi dengan lompatan-lompatan yang tiba-tiba dan kadang-kadang bersifat katastrofik.

2. Tipe proses pemikiran yang berupaya a) mengamati bagaimana semua barang berkaitan timbal balik secara tidak dapat ditawar- tawar sebagai suatu keseluruhan, dan b) menerima keharusan/ keniscayaan dari keseluruhan yang berkaitan timbal balik (yang merupakan esensi dari kebebasan ), dan c) menerima ketakterelakan perjuangan, konflik, kontradiksi, perubahan, dan munculnya kebaruan dalam alam semesta.

Advertisement

3. Materialisme dialektik menyangkut konsep perjuangan (ketegangan, perubahan, kekuatan-kekuatan yang berlawanan) sebagai dorongan yang sangat fundamental dalam segala hal. Segala hal a) berjuang untuk menjadi lain daripada adanya sebelumnya, b) berjuang untuk menghindari rintangan, dan c) berjuang untuk mengatasi benda-benda lain. Tiada yang benar- benar tetap sama sebagaimana adanya. Tiada yang mencukupi dirinya sendiri. Tiada yang tinggal terasing dari hal-hal lainnya. Materialisme dialektik juga mengangkat konsep kesatuan, hu- bungan timbal balik segala sesuatu secara niscaya dan rasional dalam alam semesta. Kebenaran sempurna tercapai karena mengetahui kebenaran-kebenaran akan eksistensi hal partikular mana pun dan mengetahui bagaimana hal partikular berhubungan dengan semua hai lainnya yang ada dan yang sudah ada dalam alam semesta.

Advertisement