Advertisement

Materialisme sebagai teori menyangkal kenyataan roh. Sedangkan sebagai metode, materialisme untuk sementara membuat abstraks dari yang imaterial. Lalu, ia mencoba menjelaskan yang imateria: berdasarkan kondisi-kondisi materialnya. Yang dimaksudkan dengan “materi” di sini bukan hanya materi yang menyangkut ruang dan waktu, melainkan juga apa yang lebih rcndah dibandingkan dengan apa yang lebih tinggi. Karena banyak hal yang tampak kepada kita asli dan imaterial dapat ditelusuri kembali kepada bagian-bagiannya yang material atau paling tidak dapat dibuktikan sebagai sesuatu yang tergantung pada kondisi-kondisi material maka tidak dapat disangkal bahwa metode penjelasan materia mempunyai kesahihan yang terbatas. Tetapi prinsip yang tidak terbatas yang mengatakan bahwa yang lebih tinggi harus dijelaskan berdasarkan yang lebih rendah, itu salah/keliru. Alasannya, prinsif ini mengubah secara tidak tepat suatu metode parsial menjad metode komprehensif. Reduksi pada materi harus dilengkapi dingai pertimbangan mengenai unsur formal. Sebab, lainya piriimbnngai semacam ini dapat menangkap ciri khas objek

Dalain proses interaksi antara materialisme dengan ilmu-ilmi khusus, materialisme dan bentuk-bentuknya mengalami perubahan Teori-teori materialis pertama muncul bersama dengan timbulnya filsafat karena kemajuan ilmu pengetahuan dalam astronomi matematika, dan bidang-bidang ilmu lainnya di India, Cina dan Yunani kuno. Segi umum dari materialisme kuno adalah pengakuai adanya materialitas dunia dan eksistensi dunia yang tidak ter gantung di luar kesadaran manusia. Sebagian besar dari materialisme kuno ini naif. Dan ini dapat ditemukan dalam Lao Tsu Yang Chu, Wan chung, aliran Lokayata, Herakieitos, Anaxagora; Empedokles, Demokritos, Epikuros. Wakil-wakil materialisme men coba menemukan di dalam keberagaman gejala-gejala alamiah ini suatu sumber asal-usul yang sama bagi semua yang ada atau yang terjadi. Adalah jasa materialisme kuno menciptakan hipotesis tentang struktur atomis dari materi (Leukippos, Demokritos). Banyak materialis kuno merupakan kaum dialektikawan spontan. Akan tetapi sebagian terbesar dari mereka ini tidak membuat pembedaan tegas antara hal fisik dan hal psikis. Dan mereka mempertalikan sifat-sifat hal psikis dengan alam. Perkembangan prinsip-prinsip materialis dan dialektis dalam materialisme kuno berjalan seiring dengan bertumbuhnya pengaruh ideologi mitologis. Pada Abad Pertengahan, trend-trend materialistis muncul dalain bentuk nominalisme, bidaah panteistis awal dan ajaran-ajaran yang mengatakan bahwa alam dan Allah adalah kekal. Dalam zaman Renaisans, materialisme seringkali mengambil bentuk panteisme dan hylozoisme dan inenyimak alam secara keseluruhan. Dalam banyak scgi materialisme Renaissance mirip dengan materialisme kuno. Materialisme berkembang di liropa dalam abad ke-17 dan ke-18 (Galileo Galilei, Hobbes, Gassendi, Spinoza, Locke). Demi kepentingan kelompok yang kemudian disebut golongan borjuis progresif, kaum materialis zaman itu memerangi skolastisisme Abad Pertengahan dan otoritas Gereja. Mereka memandang pengalaman sebagai gurunya dan alam sebagai obyek filsafatnya.

Advertisement

Materialisme abad ke-17 dan ke-18 berkembang dalam hubungan dengan mekanika dan matematika yang kemudian berkembang pesat. Karenanya, materialisme abad itu disebut materialisme mekanistis Segi-segi lain dari materialisme abad itu ialah keinginan menganalisis, memisahkan alam ke dalam bidang-bidang dan objek-objek penelitian yang sedikit banyak satu sama lain tidak berhubungan dan berdiri sendiri. Di samping itu materialisme ini berkeinginan mempelajari bidang-bidang dan objek penelitian ini tanpa memperhatikan perkembangannya. Materialisme Perancis abad ke-18 menduduki tempat khusus dalam lilsalai materialis dalam periode ini (La Mattrie, Diderot, Helvetius, dan Holbach). Kaum materialis Perancis mempcrrahankan seutuhnya konsepsi mekanistis tentang gerak. Mereka menganggap gerak sebagai sifat alam yang universal dan (itlak dapat diasingkan. Dalam materialisme Diderot ditemukan banyak unsur dialektika. Dalam kaum materials Perancis abad ke-18 tampak jelas garis penghubung antara semua jenis materialisme dengan ateisme.

Advertisement