Advertisement

PERTANYAAN

Inggris: question, dari Latin questio (pertanyaan, pemeriksaan, penyc dikan).

Advertisement

Manusia terus menerus melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang segala sesuatu. Refleksi filosofis tentang “bertanya” mempe hatkan bahwa pertanyaan melibatkan baik pengetahuan maup ketidaktahuan dalam suatu hubungan yang unik. Karena, aj dapat melontarkan pertanyaan, kita harus memiliki paling sedi suatu pengetahuan dasar tentang hal yang dipertanyakan; kare kalau tidak, kita tidak dapat bertanya. Di samping itu, kita tic memiliki pengetahuan menyeluruh tentang hal itu, karena apal saya telah memilikinya, tidak akan ada lagi alasan untuk bertan untuk mencari, serta untuk menyelidiki. Penanya selalu menc melampaui apa yang sudah diketahuinya kepada apa yang beli diketahuinya hingga kini; dia tahu bahwa dia tidak tahu al suatu yang rasanya harus diketahui.

Setiap pertanyaan khusus seperti “Di mana buku saya?” mengandaikan cakrawala (horizon) atau kerangka khusus tentang pen tahuan sebelumnya yang memungkinkan diajukannya pertany; tersebut. Setiap pertanyaan khusus diarahkan kepada ada atau sistensi, sehingga pertanyaan tersebut juga mengandaikan su pengetahuan sebelumnya tentang yang-ada sebagai yang-ada. Sej sesuatu dapat dipertanyakan (misalnya, saya dapat bertanya, “arti Alam Semesta?”). Pertanyaan ini pada gilirannya menyiratkan bahwa saya memiliki suatu pengetahuan awal tentang totalitas ada, totalitas ada sejauh ada. Dengan demikian, dalam kegiatan bertanya terkandung keterbukaan yang mendasar terhadap cak¬rawala (horizon) metafisik.

Karena itu, suatu analisis metafisik tentang pertanyaan aktual menyingkapkan bahwa pertanyaan aktual itu mengandaikan dalam manusia sebagai penanya suatu pra-pengetahuan tentang ada, transendensi terhadap hal yang sudah diketahui dan antisipasi tentang apa yang tidak diketahui. Pengetahuan tentang ada yang bersifat antisipatoris ini merupakan kondisi kemungkinan setiap pertanyaan.

Karena manusia mengejar kepenuhan ada, dan karena sebagai makhluk terbatas dan historis, dia sebenarnya hanya menemukan yang-ada yang tercerai-berai, itu berarti bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk penanya. Dorongan bawaan dalam manusia untuk mencari pengetahuan yang lebih baik ini tampak jelas pada zaman sekarang. Pengetahuan dalam sains mengalami kemajuan setiap hari. Semakin pengetahuan terspesialisasi, semakin lebih banyak sains ditemukan. Riset dalam semua bidang merupakan keharusan. Dengan demikian, keharusan yang tak terpuaskan akan pengetahuan menjadi kelihatan dan dikonkretisasikan dengan pertanyaan yang tak henti-hentinya dari manusia tentang segala sesuatu, bahkan mempertanyakan kemampuan bertanyanya sendiri.

Pertanyaan mempunyai struktur yang kompleks memuat segi problematik dan asertorik, segi permasalahan dan pengetahuan akan masalah itu. Segi yang disebutkan belakangan melukiskan atau menggambarkan subjek pertanyaan dan memperlihatkan sesuatu yang tersirat dalam eksistensi, meskipun ciri khasnya belum diketahui.

Incoming search terms:

  • pertanyaan tentang definisi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pertanyaan tentang definisi