Advertisement

Biasanya dianggap bermula dari ajaran Konfusius sekitar abad ke-6 SM. Pokok filsafat Cina dapat disarikan sebagai usaha memandang manusia secara mendalam, sebagai makhluk bermasyarakat dan bernegara. Dengan demikian, filsafat Cina tertuju kepada manusia yang tak dipahami secara teoretis-esensial melainkan dipandang dari keadaannya yang aktual, yaitu manusia dalam relasi manusia yang lain. Pokok etika fisafat Cina adalah penguasaan diri manusia demi masyarakat dan negara. Bagi filsafat Cina, dunia berarti dunia manusia, dunia yang nyata. Karena filsafat Cina berkaitan erat dengan persoalan kemanusiaan, maka tumbuhnya fisafat pada awalnya didukung oleh golongan dalam masyarakat.

Ditinjau dari perkembangannya, sejarah filsafat Cina secara garis besar dibagi menjadi: Filsafat Cina Klasik. Kebangkitan Kegiatan Intelektual, Masuknya BudMsme, Munculnya Neo-Konfusianisme, Gerakan Kebudayaan Baru.

Advertisement

Filsafat Cina Klasik. Masa dinasti Zhou (1122-255 SM) oleh para sejarawan dikenal sebagai Jaman Klasik kebudayaan Cina, kira-kira sebanding dengan Jaman Emas Yunani yang menjadi norma bagi kebudayaan Barat. Berkembangnya filsafat Cina, terutama pada abad ke-6 sampai ke-3 SM, melahirkan “seratus maktab” filsafat yang garis besarnya dapat dibagi atas enam aliran, yakni aliran Taois, Taoisme; aliran Ru, Konfusianisme; aliran Mohis, Mohisme; aliran Fa, Legaiisme; aliran Yin-Yang, Okultisme; dan aliran Nama-Nama, Sofisme. Dari keenam aliran tersebut hanya empat aliran yang memberikan sumbangan besar terhadap filsafat Cina, meskipun harus diakui juga bahwa aliran Yin-Yang dan aliran Nama-Nama telah berjasa di lapangan penelitian dan penemuan ilmiah.

Incoming search terms:

  • filsafat cina min cia fra cia men cia sunx cia

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • filsafat cina min cia fra cia men cia sunx cia