Advertisement

Dalam kebanyakan situasi, beberapa sikap tertentu bisa relevan dengan perilaku. Menyontek pada ujian masuk perguruan tinggi mungkin ditentukan lemahnya sikap terhadap kejujuran atau oleh kuatnya keinginan untuk memasuki fakultas hukum. Oleh sebab itu, faktor penting dari konsistensi sikap-perilaku adalah penonjolan sikap yang relevan yang kita perhatikan. Konsistensi antara sikap yang tidak toleran dan perilaku diskriminasi mungkin akan cukup rendah jika orang memikirkan sikap lain pada waktu bertindak. Mungkin restoran miliknya sendiri hanyalah bisnis kecil sehingga dia tidak dapat menolak seseorang. Pelayanannya terhadap pasangan Cina mungkin konsisten dengan sikap yang menonjol baginya pada saat itu, yaitu untuk memperoleh sejumlah uang, dan tidak konsisten dengan sikap yang sedang dia tidak pikirkan, prasangka kesukuannya.

Jadi, sebagai pengertian umum, bila sikap yang mempunyai relevansi spesifik yang terutama menonjol, kemungkinan besar sikap itu akan berkaitan dengan perilaku. Snyder dan Swann (1976) menempatkan para subjek dalam situasi juri tiruan dan memberi mereka kasus perbedaan kelamin. Dalam suatu kondisi, sikap subjek terhadap tindakan menyetujui ditonjolkan melalui pemberian instruksi pada mereka agar selama beberapa menit sebelum membahas kasus itu mereka mengatur pemikiran mereka tentang tindakan menyetujui. Dalam kondisi “tidak ditonjolkan,” subjek tidak diberitahukan tentang keterlibatan tindakan menyetujui. Bila ditonjolkan, sikap itu menunjukkan kaitan yang erat dengan putusan juri dalam kasus tersebut. Tetapi sikap terhadap tindakan menyetujui tidak erat hubungannya dengan putusan itu bila sikap tersebut tidak ditonjolkan.

Advertisement

Seperti yang mungkin Anda duga, penonjolan itu terutama sangat penting bila sikap itu tidak terlalu kuat. Bila sikap itu sangat kuat, nampaknya sikap tersebut tidak perlu terlalu dipaksakan untuk masuk dalam perhatian seseorang guna dikaitkan secara erat dengan perilaku. Borgida dan Campbell (1982) meneliti para mahasiswa pada waktu kekurangan tempat parkir kampus di Universitas Minnesota. Beberapa mahasiswa secara langsung lebih terpengaruh oleh kekurangan ini daripada mahasiswa lain, sebab biasanya mereka mengendarai mobil ke kampus dan menghabiskan banyak waktu untuk mencari tempat parkir atau memperoleh sejumlah karcis parkir. Para peneliti menghadapkan beberapa mahasiswa dalam setiap kelompok pada pembicaraan yang meliputi keluhan tentang situasi parkir dan dimaksudkan untuk membuat sikap tentang parkir tersebut menjadi lebih menonjol. Mahasiswa yang lain mendengar pembicaraan tentang rencana kerja musim panas dan manfaat permainan tenis. Ternyata pembicaraan mengenai masalah parkir hanya mempertinggi konsistensi sikap dan perilaku (kemauan untuk menandatangani iklan satu halaman dalam surat kabar kampus) para mahasiswa yang mempunyai sedikit minat atau pengalaman nyata tentang masalah itu, yang nampaknya mempunyai sikap yang tidak terlalu kuat.

Incoming search terms:

  • penonjolan sikap
  • sikap/

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • penonjolan sikap
  • sikap/