Advertisement

MEMPELAJARI TEKNIK KARATE – Seni bela diri Jepang yang dikembangkan oleh pengikut Matsumara Shukon, seorang samurai, dan pengawal Kaisar Shoko di Okinawa tahun 1600- Ketika itu, penduduk dilarang membawa senjata bahkan tongkat. Akibatnya mereka mempelajari seni bela diri tangan kosong yang disebut tode. Setengah orang menganggap, tode sebagai cikal bakal karate. Menurut versi lain, karate mengambil teknik-teknik tinju Cina (kempo).

Pada akhir kekuasaan Meiji, karate menjadi mata pelajaran jasmani di SLTP Okinawa. Tahun 1952 di­susun peraturan dan teknik karate untuk pertarungan bebas. Dalam peraturan itu dikenakan teknik pukulan terkendali, sundome, yaitu seinci sebelum menyentuh tubuh lawan.

Advertisement

Perkembangan Karate.

Olahraga ini dikembang­kan mahasiswa Jepang di seluruh dunia. Kini 90 negara di dunia mengenal karate. Indonesia mulai ber­kenalan dengan karate ketika olahraga ini dibawa mahasiswa yang belajar di Jepang dalam studi pampa­san perang. Mereka kembali pada tahun 1963, di an­taranya Baut Adikusuma, Muchtar dan Karyanto. Mereka mendirikan dojo di Jakarta. Semula mereka memperkenalkan aliran shoto-kan di Indonesia, di samping mendirikan wadah PORKI (Persatuan Olah­raga Karate-do Indonesia). Beberapa tahun kemudian Setyo Haryono mendirikan goyukai, Anton Lesiangi mendirikan Lemkari, dan Sabeth Mukhsin Inkai. Ka­langan bisnis Jepang yang beroperasi di Indonesia pun ikut “memasarkan” karate.

Menjamurnya perguruan karate dengan bermacam alirannya menyulut perpecahan di dalam tubuh POR­KI. Atas prakarsa sejumlah pembina karate, seperti Wijoyo Suyono, dan Surono, pada tahun 1972, POR­KI diganti dengan FORKI (Federasi Olahraga Karate- do Indonesia). Kini induk organisasi karate di Indonesia itu beranggotakan 25 perguruan, yakni Amura, BKC, Black Panther Karate Indonesia, Funa- khosi, Gabdika Shitoryu Indonesia, Goyukai, Gojuryu ass, Ichigawa, Inkado, Inkai, KKNS, Kandaga Pra­na, KKI, Lemkari, MKC, Kyokushinkai, Kala hitam, Kei Shin Khan, Tako, Pordibya, Perkaindo, Shindokai, Shiroite, Wadokai.

PORKI (sebelum bernama FORKI) menjadi ang­gota KONI tahun 1971, untuk tingkat nasional. Di tingkat regional PORKI menjadi anggota APUKO (Asia Pasific Union of Karate-do Organization) dan di tingkat dunia menjadi anggota WUKO (World Union of Karate-do Organization). Ketua umum PBFORKI saat ini Mendagri Rudini, di samping Pre­sident APUKO.

Pertandingan Karate.

Pertandingan karate dibagi menjadi dua jenis, yaitu pertandingan kata dan kumi- te. Pertandingan pertama menyangkut aspek filosofis karate. Pesertanya diharuskan memperagakan saat kombinasi dari berbagai gerakan dasar karate, baik gerakan wajib (shitei) maupun bebas (tokui). Lima wasit-juri dan seorang arbitrator memberikan penilai­an kepada peserta. Hasil nilai pertandingan kata diu­mumkan seusai pertandingan. Setiap gerakan kata memiliki arti dan tujuan. Semua gerakan yang ditam­pilkan peserta dilakukan seakan-akan peserta sedang menghadapi sejumlah lawan dan peserta harus melin­dungi dirinya.

Kombinasi gerakan kata bersifat strategis dan tek­nis. Penilaian dilihat dari segi kecermatan, semangat, serta kesungguhan peserta. Dinilai juga unsur kece­patan, keharmonisan, kelenturan tubuh, dan lain-lain­nya dalam kaitan irama dan dinamikanya. Jenis pertandingan ini diikuti oleh peserta perorangan atau pertandingan beregu putra-putri. Untuk beregu peser­tanya maksimum tiga orang.

Pertandingan kumite dilakukan dua peserta dengan menggunakan teknik kombinasi bebas dari teknik pu­kulan dan tendangan karate. Nilai diperoleh peserta jika suatu teknik serangan mengena secara tepat, te­lak, dan efektif. Faktor penentunya terletak pada sa­saran serangan, maksud serangan, selang waktu dan daerah pertandingan. Untuk menghindari kecu­rangan, peraturan kumite menggunakan metode sun- dome (menghentikan pukulan sebelum mengenai langsung tubuh lawan). Hasil pertandingan ditentu­kan oleh penilaian seorang wasit, seorang juri, dan seorang arbitrator.

Dalam karate ditemukan dua aspek yang saling berkaitan satu sama lain. Dua aspek tadi adalah pem­binaan fisik dan pembinaan mental. Tujuan utama mempelajari karate adalah untuk mencari kesempur­naan diri serta pribadi.

Incoming search terms:

  • istilah dalam karate lemkari
  • perbedaan lemkari dan inkai
  • gerakan karate lemkari
  • teknik dasar karate lemkari
  • teknik pukulan dalam karate kala hitam
  • gerakan dasar wadokai
  • gerakan dasar karate wadokai
  • gerakan dasar karate kala hitam
  • tingkatan dalam karate kandaga
  • gambar gerakan karate amura

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • istilah dalam karate lemkari
  • perbedaan lemkari dan inkai
  • gerakan karate lemkari
  • teknik dasar karate lemkari
  • teknik pukulan dalam karate kala hitam
  • gerakan dasar wadokai
  • gerakan dasar karate wadokai
  • gerakan dasar karate kala hitam
  • tingkatan dalam karate kandaga
  • gambar gerakan karate amura