Advertisement

Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990) diungkap bahwa amal itu berarti perbuatan baik yang mendatangkang pahala, atau yang dilakukan dengan tujuan untuk berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau sesama manusia. Jadi kalau mengamalkan berarti melaksanakan, menerapkan, menunaikan sesuatu dengan baik/benar dalam hidup ini.

Dari pengalaman sejarah telah terjadi dua babak kesepakatan nasional mengenai nilai- nilai dasar Pancasila, yaitu pertama, tanggal 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sepakat dan mensahkan Undang-Undang Dasar 1945. Yang diketahui bahwa pada alinea keempat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ada rumusan dan sistematika kelima sila Pancasila. Kedua, tanggal 21 Maret 1978 MPR RI telah menetapkan dengan Ketetapan MPR RI No, ll/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan Dan Pengalaman Pancasila sebagai Ekaprasetia Pancakarsa (Laboratorium Pancasila IKIP – Malang, 1990 : 86). Kedua babak ini pada hakekatnya memang menyangkut hal yang sama, namun pada penekanan yang berbeda. Di babak pertama adalah kesepakatan mengendi Dasar Negara Indonesia Merdeka, atau menurut H. Muzayin Ar (1992) ditetapkan menjadi Dasar Negara Proklamasi Indonesia. Sedangkan babak yang kedua kesepakatan mengenai Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila untuk segala dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Advertisement

Mengenai pengalaman Pancasila ini, tentunya bagaimana sehaFusnya/sebaiknya melaksanakan kelima sila pada segala dimensi kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia. Untuk itu, ada rujukan, penuntun, pedoman resmi/formal yang berlaku secara nasional dan bersifat mengikat terhadap semua warga negara Indonesia, yaitu Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila (P.4) yang terdidi dari 36 butir.

Dengan demikian tuntunan yang diberikan oleh P.4 itu menyatu dengan kepribadian manusia Indonesia, oleh karenanya dapat mengatur dan memberi arah bagi tingkah laku/ tindak tanduk yang sesuai kepribadian bangsa Indonesia. Dikemukakan pula oleh Darji Darmodiharjo bahwa yang dimaksud dengan mengamalkan Pancasila adalah manakala seseorang yang sudah tahu yang benar atau telah mengetahui dengan sebenarnya tentang sesuatu, maka ia akan menghubungkan sesuatu itu dengan dirinya, yaitu pemanfaatan sesuatu itu terhadap dirinya atau terhadap orang lain. Dengan kata lain, seseorang akan memanfaatkan atau mengamalkan sesuatu yang benar yang telah diketahuinya dengan sebenar-benarnya itu untuk kepentingannya atau kepentingan orang lain (Darji Darmodiharjo, 1988). Dan juga BP-7 Pusat (1990) menyatakan bahwa pengamalan Pancasila ini tujuannya adalah agar Pancasila sungguh-sungguh dihayati dan diamalkan oleh segenap warga negara, baik dalam kehidupan orang seorang maupun dalam kehidupan kemasyarakatan. Berdasarkan pola itulah diharapkan lebih terarah usaha-usaha :

– Pembinaan manusia Indonesia agar dijadikan insan Pancasila;

– Pembangunan bangsa untuk mewujudkan masyarkat Pancasila;

Mengamankan Pancasila

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990) diungkapkan bahwa mengamankan berarti menjadikan tidak berbahaya, menjadikan tentram, menyelamatkan, melindungi. Dimensi hal mengamankan Pancasila ini lebih bersifat memaksa/imperatif bagi setiap warga negara Indonesia. Tidak ada pilihan lain, kecuali harus terus diupayakan mengantipasi segala sesuatu yang diperkirakan dapat mengganggu keberadaan dan peran utama Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan dasar filsafat negara kesatuan Republik Indonesia. Di sini dimensi kewajiban dari setiap warga negara Indonesia lebih menonjol perannya karena merupakan warisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia sendiri yang mesti ditegakan terus buat selamanya. Relevansi kewajiban ini adalah sebagai konsekuensi dari konsensus nasional bangsa Indonesia melalui dua babakan tersebut (butir d. di atas). Kedua babakan ini merupakan tonggak sejarah yang sangat penting dari dimensi relevansi formalnya tentang keberadaan, kedudukan, dan peran Pancasila dalam sistem kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan Republik Indonesia.

Hal ini antara lain dapat disimak dari makna yang terkandung atas fenomena, bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat sifat azasi bagi kenegaraan itu tidak dapat diubah, ini telah diakui, dipertegas dan dikuatkan dengan Ketetapan MPRS RI no. X$MPRS/1966 yang menerima baik Memorandum DPR-GR tertanggal 9 Juni 1966, yang dinyatakan masih tetap berlaku oleh MPR-RI dengan Ketetapan No. V/MPR/1973 yang diantaranya mengatur bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci yang mengandung cita-cita luhur dari Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, karena terlekat pada terbentuknya negara bagi bangsa indonesia, yaitu Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 yang terjadi hanya satu kali, dan materi pokoknya ialah Pancasila yang merupakan pandangan hidup bangsa’, sekaligus menjadi dasar filsafat negara Indonesia (Noor MS Bakry, 1987). Kemudian pada latar belakang perlunya P.4 seperti yang diatur dalam ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978, antara lain dinyatakan bahwa dengan sekilas menengok kembali sejarah kita sendiri ke belakang, kita telah dibangkitkan oleh kesadaran tentang perlunya mengamankan Pancasila.

Upaya pengamanan Pancasila yang ditempuh sejak orde baru ini dapat dibagi menjadi dua macam :

1) Bersifat pencegahan, upaya ini jelas terlihat dengan adanya kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan dan pengajaran, atau kepelatihan dan sejenisnya dalam berbagai jenjang atau tingkatan sesuai kemampuan dan tujuan kelembagaannya yang berorier.tasikan pada kepentingan nasional. Hal ini secara jelas dibeberkan alam era pembangunan lima tahun keenam sekarang, bahwa penyelenggaraan penidikan nasional harus mempu meningkatkan, memperluas, dan memantapkan usaha penghayatan dan pengamalan Pancasila serta membudayakan nilai-nilai Pancasila agar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari segenap lapisan masyarakat (Ketetapan-Ketetapan MPR, 1993). Jadi upaya pewarisan nilai-nilai dasar melalui sarana pendidikan dan pengajaran atau kepelatihan, baik formal maupun nonformal ini merupakan suatu upaya yang sangat relevan dalam rangka sistem pengamanan Pancasila.

2) Bersifat tindakan/penanggulangan, disini biasanya ada indikator ataupun perbuatan yang menyimpang dari nilai-nilai dasar Pancasila. Dengan kata lain bertentangan ataupun melawan Pancasila. Bila demikian, maka pemerintah lewat alat negara (aparat keamanan) segera mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Seperti dikemukakan oleh Darji Darmodiharjo (1988), bahwa siapa saja yang melanggar Pancasila sebagai dasar negara harus ditindak menurut hukum, yakni hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa hakekat upaya atau tindakan pengamanan Pancasila ini sesungguhnya : Pertama, bangsa Indonesia tidak mau terulangnya kembali berbagai penyimpangan dan tindakan- tindakan berbahaya lainnya seperti pada masa orde lama, sehigga menyita banyak dana, waktu, dan tenaga karenanya. Kesemua itu bermuara pada adanya keinginan pihak tertentu untuk mengubah, bahkan mengganti Pancasila dengan faham/ldeologi lain. Yang jelas bertentangan dan sekaligus mencederai perjanjian luhur bangsa Indonesia. Kedua, bangsa Indonesia hendak lebih memantapkan diri pada era pengisian kemerdekaan dengan pembangunan di berbagai bidang, sehigga dengan demikian secara bertahap cita-cita kemerdekaan ataupun tujuan bangsa Indone-sia bisa terwujud seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea keempat, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Incoming search terms:

  • pengertian mengamalkan pancasila
  • Jelaskan yang dimaksud dengan tindakan mengamalkan Pancasila
  • Tujuan Pancasila menurut darji darmodiharjo
  • Tujuan pancasila menurut darji darmodihardjo
  • apa yang dimaksudkan oleh darji darmodiharjo bahwa tujuan pancasila adalah untuk mengetahui pancasila yang benar
  • apa yang dimaksud dengan mengamalkan pancasila
  • nilai pancasila menurut darji darmodiharjo
  • nilai yang terkandung dalam pancasila menurut darji darmodiharjo
  • mengamalkan pancasila adalah
  • jelaskan yang dimaksud dengan tindakan men

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian mengamalkan pancasila
  • Jelaskan yang dimaksud dengan tindakan mengamalkan Pancasila
  • Tujuan Pancasila menurut darji darmodiharjo
  • Tujuan pancasila menurut darji darmodihardjo
  • apa yang dimaksudkan oleh darji darmodiharjo bahwa tujuan pancasila adalah untuk mengetahui pancasila yang benar
  • apa yang dimaksud dengan mengamalkan pancasila
  • nilai pancasila menurut darji darmodiharjo
  • nilai yang terkandung dalam pancasila menurut darji darmodiharjo
  • mengamalkan pancasila adalah
  • jelaskan yang dimaksud dengan tindakan men