Advertisement

Seorang tokoh pembaharu Islam dan pendiri Muhammadiyah. Berkat perjuangannya, pelajaran agama diberikan di sekolah umum, dan di sekolah agama diberikan pengetahuan umum. Sebelumnya hal itu dianggap tabu. Kiai Haji Ahmad Dahlan adalah putra keempat Kiai Haji Abubakar, Khotib Mesjid Besar Kesultanan. Setelah belajar agama dan bahasa Arab di pesantren ia melanjutkan pelajarannya di Mekah selama 5 tahun dan kembali ke tanah air dalam usia 20 tahun. Tahun 1902 ia pergi lagi ke Mekah, dan tinggal di sana sampai 1904. Di sana ia mempelajari gerakan pembaharuan yang ada di Mesir, Arab dan India, ia tertarik pada pikiran-pikiran ulama mazhab Hambali, Ibnu Taimiyyah, Rasyid Ridha, Muhammad Abduh, Jamaluddin Al-afghani, dll.

Dengan bekal pengetahuan dan pengalamannya itu, ia kembali ke tanah air. Ia mendirikan Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang pendidikan agama Islam. Semboyannya “kembali kepada AI-Quran dan Sunnah Nabi dan menegakkan masyarakat Islam yang sebenarnya.” Ahmad Dahlan juga giat sekali mengadakan dakwah. Perjuangannya sering mendapat tantangan dari berbagai pihak. Ia bahkan pernah dituduh sebagai kiai palsu. Namun lama kelamaan berbagai pembaharuan yang diajarkan itu diterima juga. Hasilnya, Muhammadiyah berkembang pesat, dan didirikan banyak rumah sakit, poliklinik serta rumah yatim piatu.
Lihat juga MUHAMMADIYAH.

Advertisement

Advertisement