Advertisement

Alfred Marshall (1842-1924)

Ahli ekonomi Inggris Alfred Marshall merupakan salah satu figur yang menonjol di bidang ekonomi selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Mahakaryanya 1890, Principles of Economics, memperkenalkan banyak alat dan konsep yang bahkan sampai sekarang masih digunakan para ahli ekonomi dalam teori harga. Buku tersebut juga mengetengahkan sintesis teori nilai dan distribusi.

Advertisement

Marshall dilahirkan tanggal 26 Juli 1842 di Bermondsey, London. Ayahnya, William, pada saat itu menjadi pegawai administrasi di Bank of England. Alfred menempuh pendidikannya di Merchant Taylor’s School yang kemudian me-nampakkan bakatnya di bidang matematika. Bertentangan dengan keinginan ayahnya, ia masuk ke St John’s College, Cambridge, untuk menempuh ujian matematika dan lulus pada 1865 sebagai Second Wrangler, la kemudian mendapatkan beasiswa di St. John’s. Segera setelah meninggalkan matematika untuk menekuni etika dan psikologi, perhatiannya yang makin besar pada masalah-masalah sosial menuntun-nya pada ekonomi, yang pada 1870 ia tetapkan sebagai pilihan hidup. Ia memainkan peran penting dalam mengajarkan ilmu humaniora sampai meninggalkan Cambridge pada 1877 ketika menikah dengan salah seorang mantan mahasiswanya, Mary Paley.

Kendati karya Marshall hanya sedikit yang dipublikasikan, tahun-tahun awal ini merupakan masa-masa pembentukan pandangan ekonominya. Ia menguasai tradisi klasik dari A. Smith, D. Ricardo dan J.S. Mill dan tergerak menggeluti pendekatan matematika lewat perkenalannya dengan karya-karya A.A. Coumot, L. Walras dan C. Menger, tapi Marshall telah berkarya pada bidang yang sama sebelum 1870. Namun, sikapnya terhadap berbagai perkembangan baru ini masih belum mantap, dan ia selalu berat hati untuk hanya menerbitkan berbagai penerapan teoretis. Pengaruh yang lebih besar dan signifikan pada periode awal ini adalah H. Sidgwick (mungkin terkesan lebih mewakili diri pribadi ketimbang sosok intelektualnya), H. Spencer dan G.W. F. Hegel. Dua yang terakhir, sejalan dengan semangat zaman itu, mengarahkan Marshal pada pandangan organis atau biologis terhadap masyarakat. Ia mendapati para penulis sosial mempunyai daya tarik emosional, tapi pandangan-pandangannya tidak realistis seperti halnya kemungkinan evolusioner pada manusia. Pada kesempatan selanjutnya, ia melihat keunggulan program German Historical School of Economics, tapi menyesalkan sikapnya yang anti teoretis. Bermula dari sini dan sumber-sumber yang lain termasuk penelitian faktual, yang disaring dan direnungkan lama, ia mendapatkan pendekatan yang subtil, kompleks dan eklektik terhadap masalah-masalah ekonomi.

Marshall kembali ke Cambridge 1885 dari pengasingan di Bristol dan Oxford sebagai guru besar ekonomi politik dan ahli ekonomi Inggris yang ternama. Pada saat itu ia telah mulai mengerjakan karyanya, Principles. Dua karya awal yang paling penting terbit 1879. Salah satunya adalah bab-bab pilihan mengenai teori perdagangan internasional yang tak pernah terselesaikan. Buku ini dicetak oleh Sidgwick untuk sirkulasi terbatas dengan judul The Pure Theory of Foreign Trade: The Pure Theory of Domestic Values. Karya mengagumkan ini telah mengangkat reputasi Marshall di kalangan para ahli ekonomi Inggris. Karya yang kedua, adalah Economics of Industry dengan istrinya sebagai pe¬nulis pendamping yang banyak mempengaruhi gagasan-gagasan Principles. Karya inilah yang untuk pertama kali membuat kalangan ahli ekonomi luar negeri memperhatikan pemikiran- pemikiran Marshall.

Sepanjang hidup Marshall tinggal di Cambridge ia mengundurkan diri dari jabatannya 1908 untuk berkonsentrasi penuh pada kegiatan tulis-menulis. Tahun-tahun setelah itu tidak banyak peristiwa terjadi dan didominasi perjuangan diri untuk menyalurkan wawasan yang begitu luas. Jilid pertama yang ia niatkan sebagai karya dua jilid pada Principles of Economics muncul 1890 dan menancapkan reputasi internasionalnya. Meskipun jilid pertama ini dicetak sampai delapan edisi, tapi cuma sedikit kemajuan yang dibuat dengan jilid keduanya, yang dimaksudkan untuk mengulas uang, fluktuasi bisnis, perdagangan internasional, tenaga kerja dan organisasi industri. Di antara konsep-konsep terkenal yang diperkenalkan dalam Principles, yang segera dikenal, adalah surplus konsumen, analisis jangka panjang dan pendek, perusahaan representatif dan perekonomian eksternal. Pembahasan dan kritik terhadap masalah ini dan konsep-konsep yang berkaitan mendominasi pembicaraan para ahli ekonomi berbahasa Inggris selama beberapa tahun.

Di 1903, di bawah pengaruh agitasi tarif, Marshall memulai bidang industri nasional dan perdagangan internasional selama beberapa lama. Pembahasan ini menjadi meluas, ketika pada akhirnya diterbitkan tahun 1919, Industry and Trade disadari ternyata tak memenuhi sasaran awalnya. Penekanan buku ini, lebih bersifat historis dan deskriptif daripada teoretis, sehingga membuatnya lebih dikenal di kalangan sejarawan ekonomi dibandingkan para ahli ekonomi. Tahun-tahun berikutnya ia mencurahkan sisa-sisa tenaganya untuk ‘menyelamatkan’ karya-karya terdahulunya yang belum sempat dipublikasikan. Beberapa kontribusi awal yang penting terhadap teori uang dan perdagangan internasional akhirnya bisa dibaca pada buku Money: Credit and Commerce di 1923 tapi buku tersebut tetap merupakan kumpulan tulisan yang kurang memuaskan. Marshall meninggal 13 Juli 1924 pada umur 81 tahun dengan meninggalkan beberapa cita-cita yang belum sempat tuntas, tapi ia tetap tercatat sebagai orang telah mencetak prestasi besar.

Selama menjadi guru besar, Marshall merupakan pelaku aktif dalam memantapkan studi khusus mengenai mata kuliahnya di Cambridge, yang pada akhirnya menjadi inti penelitian dan riset ekonomi. Sebagai guru dan penasehat, ia berhasil membangkitkan inspirasi para mahasiswa dengan ambisi yang tinggi tapi tidak egois untuk menekuni subyek ini. Di antara para mahasiswa yang mencapai reputasi dan pengaruh profesional adalah A.C. Pigou dan J.M. Keynes. Dalam lingkup nasional, Marshall adalah tokoh ternama dan memainkan peran penting dalam penyelidikan-penyelidikan pemerintah dan dalam profesionalisasi ekonomi di Inggris. Sementara dalam lingkup internasional, ia merupakan pribadi kosmopolitan dan selalu menjaga hubungan dengan para ahli ekonomi luar negeri dan mengikuti berbagai perkembangan ekonomi internasional.

Marshall sangat ingin mempengaruhi berbagai peristiwa dan masa depan Inggris, dan khususnya terhadap penduduk miskin Inggris. Namun ia lebih suka tetap di luar kontroversi, entah itu bersifat ilmiah atau berkaitan dengan kebijakan, dan percaya bahwa pekerjaan konstruktif dan penelitian yang tekun akan memberikan jalan yang pasti jika tidak lebih lambat menuju sasaran yang diinginkan. Hasratnya terhadap kontinuitas historis dan penghindaran dari kontroversi membuatnya sering menyembunyikan gagasan-gagasannya yang hebat dan melebih-lebihkan kedekatannya dengan para pendahulunya yang beraliran klasik.

 

Incoming search terms:

  • pengertian ilmu ekonomi menurut alfred marshall
  • definisi ilmu ekonomi menurut alfred marshall
  • pengertian ekonomi menurut alfred marshall
  • Pengertian Alfred
  • alfred marshall teori ekonomi
  • teori alfred marshall
  • Teori marshall
  • jelaskan arti surplus konsumen menurut alfred marshall
  • penjabaran dari definisi alfred marshall
  • jelaskan konsep alfret Marshall (1842-1924)

Advertisement
Filed under : Uncategorized, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian ilmu ekonomi menurut alfred marshall
  • definisi ilmu ekonomi menurut alfred marshall
  • pengertian ekonomi menurut alfred marshall
  • Pengertian Alfred
  • alfred marshall teori ekonomi
  • teori alfred marshall
  • Teori marshall
  • jelaskan arti surplus konsumen menurut alfred marshall
  • penjabaran dari definisi alfred marshall
  • jelaskan konsep alfret Marshall (1842-1924)