Advertisement

Adalah sastrawan angkatan Pujangga Baru. Ia salah satu pendiri majalah Pujangga Baru (1933) dan salah satu tokoh penting angkatan tersebut. Bidang kegiatan sastranya amat beragam, mulai dari menulis esai sastra dan budaya sampai menulis puisi, cerita pendek, drama dan roman. Di samping menjadi redaktur majalah Pujangga Baru, ia juga pernah menjadi redaktur Balai Pustaka (1926). Dalam bidang novel, Armijn Pane membuka teknik baru dalam penulisan, yakni lebih menekankan pelukisan alam pikiran tokoh-tokohnya daripada perbuatan-perbuatan wadaknya. Dalam hal ini ia merintis penulisan dalam “arus bawah sadar” manusia. Dapat dikatakan bahwa di samping sebagai sastrawan, Armijn Pane juga seorang tokoh kebudayaan yang mengalami tiga jaman (penjajahan Belanda, pendudukan Jepang dan kemerdekaan).

Karyanya yang monumental adalah roman Belenggu. Karya-karya sastranya yang lain meliputi Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak, 1939), Kisah antara Manusia (kumpulan cerita pendek, 1953), dan Jinak-jinak Merpati (kumpulan drama, 1953). Ia juga menerjemahkan karya-karya sastra asing seperti Membangun Hari Kedua karangan Ilya Ehrenburg (1956) dan Habis Gelap Terbitlah Terang oleh R.A. Kartini (1968).

Advertisement

Kumpulan sajaknya yang terakhir adalah Gamelan Jiwa (1960). Masih banyak lagi tulisan-tulisannya yang bersifat kesejahteraan, kritik dan kebahasaan.

Advertisement