Advertisement

Dari jaman ribuan tahun sebelum Masehi mempunyai peninggalan yang masih ada sampai sekarang. Di antaranya yang terbesar adalah piramide-piramide dan beberapa kuil. Bangunan lainn a seperti rumah, istana, dan benteng dibangun dari kayu dan batu bata, tetapi kuil dan makam, termasuk piramide, yang diharapkan bisa bertahan sepanjang masa dibangun dari batu.

Saat Herodotus mangkat, suku bangsa Mesir kuno rumah kediaman sebagai suatu pondokan sementara dan kuburan adalah peristirahatan terakhir yang permanen. Oleh karena itu rumah kediaman mereka hampir selalu dibangun dari tanah liat, kecuali beberapa yang dibangun dari batu bata bakaran; kuburan dan kuil dihias dengan elemen-elemen arsitektur setempat yang mungkin paling hebat dan bahanbahan yang pada saat itu dianggap paling tahan lama, sehingga menghasilkan bangunan yang menakjubkan. Penyangga pondok lumpur, tempat kediaman mereka, dibuat dari ikatan:ikatan batang papirus, sedangkan kolom-kolom kuil dibuat dari batu dengan ukiran sangat menakjubkan yang mirip penyangga dari papirus. Beberapa bangunan yang bercirikan arsitektur Mesir kuno antara lain piramide, dan obelisk. Ciri-ciri itu meliputi adanya penambahan dinding bertingkat pada bangunan, kolom-kolom teratai, dan dekorasi relief tanpa struktur yang berhubungan.

Advertisement

Permulaan pembangunan skala besar yang menggunakan batu terjadi pada kompleks kuburan di Saqqara. Pekuburan ini berupa piramide yang tingginya mencapai lebih dari 60 meter. Di sekelilingnya terdapat kolom ruang yang berarak-arak serta bangunan lain sebagai tempat bersemayam raja yang mangkat dan altar untuk upacara keagamaan. Bangunan yang seluruhnya tertutup oleh relung dinding batu kapur ini dibangun oleh arsitek Imhotep untuk Raja Zoser, pendiri dinasti ketiga Mesir (2650-2600 SM).

Piramide bertangga sudah digantikan oleh piramide dengan bentuk beraturan yang hampir seluruh contohnya merupakan piramide terkenal di Giza, yang dibangun untuk raja-raja dinasti ke empat (26002480 SM). Punahnya Kerajaan Mesir kuno pada tahun 2000 SM menciptakan kesenjangan pertama dalam sejarah arsitektur Mesir kuno.

Kebangkitan kembali yang sifatnya sementara terjadi pada periode kerajaan-kerajaan yang muncul pada Abad Pertengahan, yang corak reliefnya lebih sederhana dan pembuatannya menggunakan bahan-bahan yang lebih tahan lama. Namun kebangkitan ini surut kembali hingga periode Kerajaan Baru pada tahun 1570 SM, saat bangunan-bangunan sangat besar didirikan. Monumen paling terkenal kala itu adalah kuil makam Ratu Matshepsut di Deir el Bahari yang didirikan pada tahun 1480 SM.

Kebangkitan kembali sesungguhnya terjadi pa(ja masa pemerintahan raja-raja Ptolemeus, jaman Aleksander Agung mendirikan singgasananya di Mesir Sejumlah kuil dengan corak tradisional yang bertahari hingga sekarang berasal dari periode ini, antara lain kuil Horus di Edfu dan kuil-kuil di Kepulauan Philae.

Incoming search terms:

  • ciri arsitektur mesir kuno
  • ciri ciri arsitektur mesir
  • arsitektur mesir
  • arsitektur mesir kuno
  • ciri atap bangunan mesir
  • makalah arsitektur mesir kuno
  • tipologi karakter arsitektur mesir

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • ciri arsitektur mesir kuno
  • ciri ciri arsitektur mesir
  • arsitektur mesir
  • arsitektur mesir kuno
  • ciri atap bangunan mesir
  • makalah arsitektur mesir kuno
  • tipologi karakter arsitektur mesir