Advertisement

ASAL MULA DAN SEJARAH SUKU BANGSA
Sebuah etnografi ada baiknya juga dilengkapi dengan keterangan mengenai asal mula dan sejarah suku bangsa yang menjadi pokok deskripsinya. Dalam usaha ini, seorang ahli antropologi perlu bantuan dari para ahli sejarah atau ahli ilmu bantu pada ilmu sejarah lainnya.
Keterangan mengenai asal mula mengenai suku bangsa yang bersangkutan biasanya harus dicari dengan mem-pergunakan tulisan para ahli prehistori, yang pernah melakukan penggalian dan analisa benda kebudayaan prehistori yang mereka temukan di daerah sekitar lokasi penelitian.
Dalam praktik, untuk mencari keterangan mengenai zaman prehistori sesuatu suku bangsa, seorang ahli antropologi cukup membaca hasil laporan, basil penggalian dan penelitian para ahli prehistori tentang daerah umum yang menjadi tempat tinggal suku bangsa yang bersangkutan. Seorang ahli antropologi’ yang meneliti masyarakat suku bangsa Bugis misalnya, akan mencari keterangan mengenai soal asal mula suku bangsa Bugis dalam tulisan-tulisan ahli prehistori tentang daerah Sulawesi Selatan. Apabila tulisan tersebut tidak ada, atau pun ada tetapi kurang dapat memberi keterangan soal asal mula suku bangsa Bugis, maka is terpaksa harus mencari bahan keterangan lain, yaitu bahan mengenai dongeng-dongeng suci atau mitologi suku bangsa Bugis.
Hal itu termasuk folklore, dan khususnya kesusastraan rakyat suku bangsa Bugis.
Mitologi dan cerita-cerita rakyat yang dapat memberi indikasi ke arah fakta-fakta sejarah dari suatu suku bangsa, dapat hidup secara lisan, dan kalau suku bangsa yang bersangkutan mengenal tulisan tradisional dapat juga secara tertulis. Dengan mitologi dan cerita-cerita rakyat yang hidup secara lisan, seorang peneliti antropologi harus mengumpulkan bahan tersebut dari mulut tokoh-tokoh penduduk tertentu yang mengetahui tentang dongeng.
Sebaliknya, apabila suku bangsa yang bersangkutan mengenal tulisan tradisional sehingga kebudayaan mereka mempunyai kesusastraan tradisional, maka peneliti tadi harus juga berusaha membaca dan mempelajari bahan tersebut. Bahan tersebut seringkali termuat dalam berpuluh-puluh naskah kuno dalam tulisan tradisional yang perlu dipelajari dan diseleksi terlebih dahulu untuk mendapatkan isinya yang sebenarnya. Untuk pekerjaan yang sudah sangat teknis sifatnya itu seorang ahli antropologi memerlukan bantuan seorang ahli naskah kuno, yaitu ahli filologi (philologist).
Ahli antropologi yang meneliti masyarakat suku bangsa Bugis tadi hams berusaha mengumpulkan naskah-naskah Bugis yang biasanya berkisar sekitar kehidupan masyarakat dan adat istiadat di kerajaan Bugis tradisional. Naskah-naskah itu banyak sekali jumlahnya sehingga usaha untuk memilih naskah khusus, mana yang relevan bagi penelitiannya dan mana yang dapat memberikan keterangan mengenai asal mula dan sejarah orang Bugis, tentu tidak dapat diselesaikan sendiri. Bantuan seorang ahli filologi Bugis sangat diperlukan.
Keterangan sejarah mengenal zaman waktu suku bangsa bersangkutan sudah mendapat kontak dengan bangsa-bangsa lain yang menulis tentang kejadian masyarakatnya, lebih mudah untuk digunakan bagi seorang peneliti antropologi.
Bangsa lain yang mengadakan kontak dengan bangsa Bugis dan pertama-tama menulis banyak tentang masyarakat, kebudayaan dan adat istiadat Bugis, adalah bangsa Belanda khususnya para pendeta penyiar agama Kristen. Dengan demikian, peneliti antropologi bangsa Bugis tadi sebaiknya berusaha membaca karangan pendeta Belanda itu guna mendapat keterangan.
Ahli antropolgi yang meneliti masyarakat suku bangsa Bugis tadi harus juga berusaha mendapatkan naskah-naskah Bugis yang biasanya berkisar sekitar kehidupan masyarakat dan adat istiadat di kerajaan Bugis tradisional. Naskah-naskah itu banyak sekali jumlahnya sehingga usaha untuk memilih naskah-naskah khusus, mana yang relevan bagi penelitiannya dan mana yang dapat memberikan keterangan mengenai asal mula sejarah orang Bugis, tentu tidak dapat diselesaikan sendiri dan bantuan seorang ahli filologi Bugis perlu baginya.
Keterangan sejarah mengenai zaman waktu suku bangsa bersangkutan sudah mendapat kontak dengan bangsa-bangsa lain yang menulis kejadian masyarakatnya, lebih mudah untuk dipergunakan oleh seorang ahli antropologi. Biasanya keterangan itu ditulis dalam salah satu bahasa Eropa, yaitu
Inggris Prancis, Portugis, atau Jerman atau kadang juga dalam bahasa Asia seperti Arab, Persia, Cina, dan lain-lain. Bangsa lain yang mengadakan kontak dengan orang Bugis dan pertamatama menulis banyak tentang masyarakat, kebudayaan dan adat istiadat Bugis adalah bangsa Belanda.

Incoming search terms:

  • asal mula dan sejarah suku bangsa dalam etnografi

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • asal mula dan sejarah suku bangsa dalam etnografi