MENGENAL ASAL MULA DEMOKRASI PARLEMENTER BARAT

34 views

MENGENAL ASAL MULA DEMOKRASI PARLEMENTER BARAT – Sebuah kajian terkenal yang khusus ditujukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ialah Social Origins of Dictatorship and Dentocracy (1966) karya Barrington Moore. Moore mengemukakan lima faktor umum yang dianggapnya sangat bertanggung jawab atas timbulnya secara lambat-laun demokrasi parlementer di Inggris dan Perancis: (1) berkembangnya perimbangan untuk mencegah terlalu kuatnya monarkhi atau terlalu bebasnya bangsawan pemilik tanah; (2) adanya suatu evolusi ke arah pertanian komersial atau kapitalis; (3) melemahnya kekuasaan politik dan ekonomi kaum bangsawan; (4) tercegahnya suatu koalisi kaum bangsawan — kapitalis melawan kaum tani dan kaum pekerja; (5) adanya suatu kesempatan revolusioner pada masa lalu. Dari faktorfaktor itu Moore memberi penekanan yang paling besar kepada faktor kedua: kembali ke arah pertanian komersial. Di Inggris jalan telah terbuka untuk kemenangan demokrasi parlementer dengan akibat timbulnya Perang Saudara Inggris (English Civil War) pertengahan abad xvii. Hasilnya meningkatkan arti penting politik parlemen dengan korban di pihak raja. Perang Saudara juga menghasilkan kemenangan bagi kapitalisme — yakni kepentingan para anggota kelas — atas pemilik tanah yang cenderung komersial. Sebagaimana dinyatakan Moore (1966:19): “Hasil dari perjuangan itu ialah suatu kemenangan besar, meski tidak lengkap, bagi suatu aliansi antara demokrasiparlementer dan kapitalisme”. Lagi pula (1966:20): Kedua prinsip kapitalis dan prinsip demokrasi parlementer secara langsung bertentangan dengan prinsip-prinsip yang digantikannya dan dalam banyak hal telah teratasi selama Perang Saudara: otoritas yang didukung secara sangat baik dalam politik, dan produksi untuk digunakan bukannya untuk keuntungan individual di dalam ekonomi.

Singkatnya, awal perkembangan demokrasi di Inggris erat hubungannya dengan kemenangan kepentingan ekonomi para petani kapitalis. Demokrasi memasuki Perancis melalui Revolusi Perancis pada dekade terakhir abad xviii. Seperti yang dicatat oleh Moore, Revolusi itu telah meruntuhkan seluruh kompleks hak-hak istimewa kaum aristokrat — monarkhi dan bangsawan bertanah — mengangkat hak milik pribadi serta kedudukan yang sama bagi warga . Tahap ini membuka jalan bagi timbulnya kekuasaan ekonomi kaum borjuis dan kemenangan demokrasi. Moore melihat titik terpenting bagi timbulnya demokrasi di Perancis ialah runtuhnya dominasi tuan tanah. Kelas ini tidak berpaling ke pertanian komersial sebagaimana yang dilakukan banyak kaum bangsawan di Inggris, tapi bersikap bermusuhan dengan demokrasi liberal. Karena itu kelas ini harus menyingkir agar demokrasi kapitalis dapat muncul di Perancis. Revolusi Perancis merupakan pemberontakan besar yang telah memungkinkan konsekuensi-konsekuensi demikian. Seperti di Inggris dan Perancis, suatu demokrasi parlementer besar telah muncul di bumi Amerika. Albert Szymanski (1978) telah menganalisis pertumbuhan demokrasi Amerika sebatas pada sebab-sebab dasar meluasnya kapitalisme ke Amerika Serikat. Szymanski mencatat bahwa kelas-kelas atas yang kaya muncul dominan pada akhir Revolusi. Dengan begitu kekuatan kapitalis dapat berawal dengan memaksakan pengaruh mereka atas perkembangan yemerintahan Amerika di masa datang. Dengan mengikuti interpretasi ekonomi Idasik Charles Beard pada Konstitusi Amerika (1962; aslinya 1913), Szymanski menandaskan bahwa struktur konstitusional demokrasi Amerika secara lang_ sung telah dibangun di sekitar kepentingan besar para kapitalis. Ditandaskan_ nya bahwa Konstitusi, bukanlah pernyataan kehendak rakyat, melainkan suatu catatan kelas. Konstitusi ditulis untuk melindungi hak-hak istimewa para pemegang harta milik pribadi dan untuk membatasi pengaruh rakyat atas perumusan kebijakan pemerintah.

Perang Saudara Ameri)(a dan akibatnya merupakan indikasi lanjutan mengenai dasar kapitalis demokrasi Amerika. Sampai pada masa peperangan itu, negara Amerika berada di bawah pengawasan suatu koalisi kaum peda- gang yang kaya di Utara dan pemilik budak di Selatan. Pada tahun 1960 antagonisme yang tumbuh di antara kedua kelompok itu memburuk. Sementara sistem perbudakan Selatan menjadibagian integral sis tem kapitalis Amerika (memang, bagian dari ekonomi dunia, karena sejumlah besar kapas diekspor ke Inggris), pada tahun 1860 sistem tenaga kerja budak telah menjadi suatu rintangan terhadap perluasan lebih lanjut kepentingan ekonomi para pedagang industri di Utara. Perang Saudara adalah suatu perwujudan konflik di antara kedua sistem itu (B. Moore, 1966; Szymanski, 1978). Perang telah memberikan kemenangan bagi kaum industrialis Utara. Dengan hasil ini, Amerika Serikat telah mampu untuk memulai suatu ekspansi sistem kapitalis industri yang besar. Akibat politik semua ini ialah meningkatnya dominasi modal industri atas negara Amerika. Gambaran menyeluruh yang muncul dari apa yang disinggung dimuka ialah bahwa timbulnya demokrasi parlementer di Barat telah dimungkinkan oleh munculnya ekonomi pasar kapitalis. Tentu saja timbul pertanyaan tentang mengapa pertumbuhan kapitalis harus disertai oleh bentuk pemerintahan demokrasi. Jawabannya terletak pada kebutuhan kelas kapitalis yang fundamental akan suatu negara demokrasi. Kapitalisme berarti juga mengejar keun- tungan pribadi di pasar. Agar dapat memaksimalkan akumulasi modal, kaum kapitalis perlu menetralkan campur tangan pemerintah dalam operasi mereka. Netralisasi demikian paling baik dapat dicapai apabila negara adalah suatu negara demokrasi yang melindungi kebebasan bermain kekuatan-kekuatan antar hak milik pribadi. Ketimbang merupakan suatu “ide” yang tertanam dalam pikiran rakyat, demokrasi parlementer adalah suatu kekuatan politik nyata yang dibuat dominan oleh kekuatan-kekuatan ekonomi yang mem-butuhkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *