Advertisement

Dokter spesialis penyakit dalam yang dua kali menjadi menteri, yakni dalam Kabinet Wilopo dan Kabinet Natsir. Bahder lahir di Padang, Sumatra Barat. Ia penganut Islam yang taat. Setelah menyelesaikan studinya di STOVIA, Jakarta, Bahder menjadi anggota Komite Pembentukan Palang Merah Indonesia tahun 1945. Dari tahun 1951 hingga 1954, ia memangku jabatan Ketua Lembaga Konsultatif Kebudayaan Nasional. Bersamaan dengan itu, ia menjadi Menteri PP & K. dalam Kabinet Natsir tahun 1950.

Kabinet Natsir kemudian jatuh dan digantikan Kabinet Sukiman Suwirjo. Dalam kabinet ini tenaganya tidak terpakai. Tetapi ketika kabinet ini jatuh dan digantikan Kabinet Wilopo tahun 1952-1953, ia kembali menjadi Menteri PP & K. Dalam waktu ini, ia meraih gelar profesor doktor. Setelah berhenti menjadi menteri ia menjadi Direktur Rumah Sakit Umum Pusat tahun 1953-1954, Ketua Palang Merah Indonesia tahun 1954-1957, Rektor Universitas Indonesia tahun 1954-1958.

Advertisement

Kemudian, karena banyak berbeda pendapat dengan Pemerintah Orde Lama, ia melepaskan diri dari tugas-tugas kepemerintahan. Tahun 1960 -1965, ia menjadi pemimpin redaksi jurnal Majalah Kedokteran Indonesia. Terakhir ia menjabat Ketua Presidium Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta.

 

Advertisement