Advertisement

MENGENAL BERNHARD WILHELM LAPIAN (1892-1977), Pe­rintis kemerdekaan yang terkenal dengan “Mosi Lapian”. Pada tahun 1950 ia menjadi penjabat gubernur Sulawesi.

Dalam kurun 1938-1942 Lapian menjadi anggota Volksraad dari Fraksi Nasional. Ia mengajukan mosi yang berisi tuntutan persamaan hak antara orang In­donesia dan Belanda. Selain mosi tersebut, ia juga di­kenal sebagai tokoh Gereja yang menuntut agar Gere­ja diberi hak untuk Catatan Sipil (Burgerlijke Stand). Ia juga pendiri Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (-1933) yang ia ketuai hingga akhir hayatnya. Pada awal revol usi Lapi m ditud o JT memimpiir Peristiwa Merah Putih di Manado (Februari 1946), yakni penaikan Sang Saka Merah Putih menggantikan bendera Belanda. Oleh sebab itu ia dipenjarakan oleh Belanda selama empat tahun, mula-mula di Manado, lalu di Cipinang (Jakarta), dan akhirnya di Sukamis- kin (Bandung). Ia dibebaskan setelah kemerdekaan Indonesia diakui Belanda.

Advertisement

Advertisement