MENGENAL BREUER DAN METODE KATARSIS – Pada abad ke-19 di Wina, seorang dokter bernama Josef Breuer (1842-1925) menangani seorang wanita yang harus berbaring di tempat tidur karena mengalami sejumlah simtom histerikal. Kedua tangan dan lengan kanan serta bagian tubuh sebelah kanannya lumpuh, penglihatan dan pendengarannya terganggu, dan sering kali sulit berbicara. Kadangkala dia juga berada dalam kondisi seperti mimpi, atau “ketiadaan,” yang mana dalam kondisi tersebut dia bergumam kepada dirinya sendiri, tampaknya tenggelam dalam pemikiran yang mengganggunya. Dalam salah satu sesi penanganan Breuer menghipnotis Anna O. dan mengucapkan beberapa kata yang digumamkan Anna. Dia berhasil membuat Anna berbicara lebih bebas dan pada akhirnya mengungkapkan emosi yang cukup kuat tentang beberapa peristiwa yang mengecewakannya di masa lalu. Sering kali, setelah sadar dari hipnotis dia merasa jauh lebih baik.

Breuer melihat bahwa hilangnya beberapa simtom lebih bertahan lama jika, di bawah pengaruh hipnotis, Anna O. mampu mengingat peristiwa yang memicu terjadinya simtom dan emosi yang dirasakannya pada saat itu dapat diekspresikan. Menghidupkan kembali bencana emosional yang pernah dialami dan pelepasan ketegangan emosional yang ditimbulkan oleh ingatan yang terlupakan tentang peristiwa tersebut disebut katarsis. Metode yang dilakukan Breuer kemudian dikenal sebagai metode hatarsis. Pada tahun 1895 dia dan seorang koleganya bersama-sama menerbitkan Studies in Hysteria, sebuah buku yang dianggap sebagai tonggak dalam psikologi abnormal.

Filed under : Bikers Pintar,