Advertisement

Yang lebih dikenal dengan sebutan B.M. Diah, adalah pemimpin harian Merdeka, salah satu harian tertua di Indonesia. Ia seorang wartawan sejati. Walau pernah menjadi menteri penerangan dan duta besar, ia tak pernah melepaskan ikatannya dengan dunia kewartawanan.

Diah lahir di kota Kutaraja (sekarang Banda Aceh), Aceh. Lulus sekolah dasar, ia melanjutkan ke AMS di Jakarta dan sekolah dagang di Bandung. Setelah itu ia melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ekonomi di Bandung. Tetapi ia menyadari bahwa apa yang dicita-citakannya adalah menjadi wartawan. Karena itu ia masuk Sekolah Jurnalistik Ksatria di bawah pimpinan Dr. E.E. Douwes Dekker, juga di Bandung.

Advertisement

Di sekolah itu, ia sempat bertanya kepada Douwes Dekker alias Setiabudi, “Pada umur berapa seseorang bisa menjadi wartawan terkenal?” Sang guru menjawab, “Empat puluh tahun.” Belakangan terbukti, sebelum usia itu, Diah telah terkenal. Diah sempat menjadi sekretaris pribadi Setiabudi. Setelah itu ia pulang ke Medan dan bekerja di harian Sinar Deli. Di jaman Jepang ia turut dalam penerbitan Pertjatoeran Doenia & Film dan memimpin harian Asia Raja.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Diah segera menerbitkan harian Merdekanya 1 Oktober 1945. Peristiwa yang dapat dicatat pada awal harian ini ialah perselisihannya dengan Rosihan Anwar, yang turut mendirikan koran itu. Akhirnya Rosihan keluar dari Merdeka pada tahun 1947.

Mulai tahun 1959 B.M. Diah menjadi duta besar untuk Cekoslowakia, Inggris, lalu Thailand. Mema¬suki jaman Orde Baru, tahun 1968 ia menjabat menteri penerangan. Setelah itu ia mendirikan Hotel Hyatt Aryaduta. Bersama Muchtar Lubis, Diah pernah menerbitkan majalah Masa. Tetapi penerbitan ini tak bertahan la¬ma. Diah juga menerbitkan majalah Ekspres (1970) yang sekarang sudah mati dan majalah Topik (1972) dan harian Jurnal Ekuin (1981).

Dalam organisasi kewartawanan, Diah terpilih sebagai Ketua Dewan Pers, selama dua masa jabatan (1981-1987). Ia juga pernah menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Di sini ia bentrok lagi dengan Rosihan Anwar dari harian Pedoman dan Jacob Oetama dari harian Kompas. Harmoko; yang sekarang menjabat menteri penerangan, pernah cukup lama menjadi wartawan Merdeka.

Incoming search terms:

  • pengertian mohamad diah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian mohamad diah