Advertisement

Di antara keempat pendiri penelitian komunikasi yang nama-namanya dan kegiatannya telah diterangkan tadi, adalah Cari Hovland yang tidak mempunyai pertalian kuat dengan Eropa, la bukan sarjana pendatang seperti Lewin dan Lazarsfeld, juga tidak pernah belajar di Eropa seperti halnya Lasswell. Hovland memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang psikologi eksperi-mental di Universitas Yale sebagai anak didik Clark Hull, seorang ahli psikologi kenamaan. Oleh para pakar Hovland dinilai sebagai “boy wonder” dalam psikologi eksperimental. Pada usia tiga puluh dua tahun ia telah menulis banyak artikel yang dimuat dalam “Journal of Experimental Psychology”: berbeda dengan sarjana psikologi lainnya seusia dia.

Tetapi seperti bapak ilmu komunikasi lainnya, karier Hovland mengalami perubahan yang tidak diduga sebelumnya. Ketika Perang Dunia II meletus, profesor muda itu dipanggil ke Washington untuk bekerja di Departemen Peperangan Amerika Serikat (kini Departemen Pertahanan), la ditugaskan untuk meneliti pengaruh film perang terhadap moral perjuangan. Hovland merancang suatu eksperimen dengan film mengenai latihan ketentaraan untuk menguji teori kredibilitas sumber (source credibility), penyajian satu sisi lawan dua sisi (one-sided versus two-sided presentation), himbauan rasa takut, dan efek langsung lawan efek tertunda. Variabel terikat dalam penelitiannya itu adalah persuasi (yakni derajat perubahan sikap dari prajurit yang dijadikan respondennya). Transisi dari tikus ke manusia sebagai subjek eksperimen mengubah Hovland dari psikolog eksperimen menjadi psikolog sosial dengan minat fundamental kepada efek komunikasi. (Rogers, 1986 : 103 – 104).

Advertisement

Mengenai teori penyajian satu sisi versus dua sisi Hovland telah memberikan saran yang berharga kepada Angkatan Darat Amerika yakni bahwa efek dari penyajian satu sisi versus dua sisi sesungguhnya ber-lawanan dengan salah satu doktrin dasar dari propaganda Nazi. Goebbels mengatakan bahwa agar komunikasi persuasif berhasil tidak menyebut-nyebut kontra-argumen, tetapi berulang-ulang menyatakan argumen sendiri dengan himbauan emosional. Tidak demikian, kata Hovland : untuk kebanyakan orang suatu penyajian dua sisi lebih baik misalnya, dengan orang-orang yang tidak menyenangi suatu titik pandangan, atau orang-orang yang berpendidikan lebih baik.

Hovland mampu memberikan penjelasan kepada Angkatan Darat bahwa untuk kebanyakan prajurit akan lebih efektif jika dikatakan langsung mengenai apa yang dikehendaki daripadanya ketimbang mengajar mereka secara tersirat. Setelah perang usai Hovland kembali ke Yale dan berhasil membina Program Yale dalam bidang komunikasi dan perubahan sikap, la merang-kum hasil studi di masa perang dalam “Experiments on Mass Commu-nication pada tahun 1949. Buku-buku lainnya, di antaranya “Communication and Persuasion” segera menjadi bahan studi mahasiswa komunikasi. Karya Hovland mempengaruhi penelitian komunikasi dengan fokus perhatian pada efek dengan pengukuran berdasarkan tingkat perubahan sikap. Penelitian persuasi menjadi salah satu jenis penelitian komunikasi yang sangat populer hingga sekarang, ini. Salah seorang mahasiswa Ph. D. dari Hovland, yakni William McGuire yang dewasa ini merupakan tokoh intelektual modern dalam bidang penelitian persuasi memperkirakan sebanyak seribu publikasi baru mengenai penelitian persuasi setiap tahunnya di Amerika Serikat.

Incoming search terms:

  • komunikasi menurut carl hovland
  • biografi carl i hovland
  • ilmu komunikasi menurut carl i hovland
  • komunikasi menurut card i hovland

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • komunikasi menurut carl hovland
  • biografi carl i hovland
  • ilmu komunikasi menurut carl i hovland
  • komunikasi menurut card i hovland