Advertisement

Dokter, pa­tolog, dan ahli bakteri asal Belanda. Dialah penemu penyebab penyakit beri-beri. Penelitiannya lebih jauh atas penyebab penyakit ini mengarahkannya pada pe­nemuan dan kegunaan vi­tamin. Tahun 1929, bersa­ma Sir FredericLHopkins, ia menerima Hadiah Nobel Ilmu Fisiologi dan Kedok­teran.

Eijkrnan lulus sekolah kedokteran U niversitas Amsterdam tahun 1883, la­lu ditempatkan di Indone­sia, yang waktu itu masih dijajah Belanda. Setelah bekerja beberapa lama se­bagai dokter, ia dikirim ke Berlin untuk melakukan penelitian bakteriologi di ba­wah bimbingan Robert Koch. Tahun 1886, ia kem­bali ke Pulau Jawa. Sebagai direktur Laboratorium Anatomi Patologi dan Bakteriologi di Batavia pada waktu itu, ia melakukan banyak penelitian. Peneli­tiannya terutama mengenai penyakit beri-beri yang mewabah waktu itu.

Advertisement

Tahun 1890, Eijkman mendapati ayam percobaan­nya diserang penyakit polineuritis. Ia menemukan bahwa gejala polineuritis yang menyerang ayam- ayamnya sama dengan gejala polineuritis pada pen­derita sakit beri-beri. Tahun 1898, ia berhasil mem­buktikan bahwa ayam-ayamnya terserang penyakit ini karena makanannya hanya terdiri atas beras yang di­giling bersih hingga kulit arinya ikut terbuang ber­sama katul dan dedak. Eijkman kemudian menge­tahui bahwa beras giling bergizi rendah sebab vitamin­nya, terutama BI, ikut terbuang dalam proses peng­gilingan.

Untuk menghormatinya, namanya dipakai untuk nama lembaga dan nama jalan di Bandung

Advertisement