Advertisement

Politikus dan ahli hukum Belanda. Ia menjadi terkenal karena tulisannya Een Eereschuld (Utang Budi), yang ikut mengubah politik kolonial Belanda. Van Deventer tiba di Indonesia tahun 1881 dan bekerja di lingkungan pengadilan sampai tahun 1885. Dari tahun 1885-1897, ia menjadi pengacara di Semarang. Ia kembali ke Belanda dan masuk Partai Liberal Demokratik yang progresif. Tahun 1899, ia mengeluarkan tulisannya Een Eereschuld dalam majalah De Gids. Dalam tulisan tersebut, Van Deventer mengingatkan Belanda akan kewajiban moral negara tersebut untuk mengembalikan keuntungan yang diperoleh dari Hindia Belanda (Indonesia) sejak tahun 1867, saat Parlemen mengambil alih tanggung jawab tanah jajahan. Ia menganjurkan agar uang ini dipakai untuk meningkatkan pendidikan dan ekonomi di Indonesia. Tahun 1904, ia diminta untuk membuat laporan khusus mengenai keadaan ekonomi penduduk pribumi di Jawa dan Madura. Anjurannya kemudian menjadi dasar politik etis pemerintah Belanda terhadap negeri jajahan.

Van Deventer menjadi anggota Parlemen Belanda dari tahun 1905 – 1909, kemudian dari tahun 1913 sampai meninggal dunia tahun 1915. Ia pengagum R.A. Kartini. Tahun 1913, ia mengumpulkan dana Kartini Fonds untuk mendirikan berbagai sekolah anak perempuan sesuai dengan cita-cita R.A. Kartini. Selain itu, ia juga mendirikan sekolah guru taman kanak-kanak yang dikenal dengan nama Van Deventer School.

Advertisement

Advertisement