Advertisement

Seorang ahli botani tropis terkemuka yang namanya selalu dikaitkan dengan flora Indonesia melalui proyek penyusunan buku Flora Malesiana. Ia lahir dan dibesarkan serta belajar biologi di Utrecht dan berhasil memperoleh gelar Ph.D. pada usia 26 tahun.

Menjelang akhir tahun 1927, van Steenis bekerja di Herbarium Bogoriense sebagai asisten peneliti dengan tugas khusus menangani identifikasi flora Pulau Jawa. Untuk membantu pekerjaan sehari-harinya, ia mendidik seorang mantri bernama Nedi yang memiliki ingatan fotografi luar biasa, sehingga dapat mengenal dan. memberi nama ilmiah jenis- jenis tumbuhan dengan cepat. Ia juga membina seorang ilustrator bernama Mohammad Toha untuk membuat gambar- gambar tumbuhan berwarna yang kemudian menghiasi buku karyanya The Mountain Flora of Java.

Advertisement

Dari hasil pengamatan lapangannya, van Steenis melihat keunikan dan kehomogenan kawasan Male- sia, yang meliputi Kepulauan Indonesia, Papua Niu- gini, Filipina, dan Semenanjung Malaya sampai Tanah Genting Kra di Thailand Selatan, sebagai satu satuan propinsi botani dalam fitogeografi dunia. Dengan kekuatan pribadinya yang sangat menonjol, pada tahun 1948 ia dapat meyakinkan orang dan pemerintah untuk membentuk Yayasan Flora Malesiana di Bogor yang secara khusus melaksanakan penyu-sunan buku pegangan Flora Malesiana. Sampai sekarang, sudah ada 10 dari 30 jilid buku ini yang diterbitkan berkat kerja sama yang erat antara Herbarium Bogoriense dan Rijksherbarium Leiden serta dukungan Pemerintah Indonesia sebagai salah satu penyan dang dana proyek ini.

Seusai Perang Dunia II, van Steenis pulang ke Belanda. Sejak tahun 1962 sampai masa pensiunnya pada tahun 1972, ia menjabat guru besar merangkap direktur Rijksherbarium Leiden. Sesudah pensiun sampai meninggalnya, ia terus bekerja setiap hari untuk merampungkan Flora Malesiana.

Kebanyakan orang yang mengenalnya terpukau dan merasa kecil oleh karisma dan keteguhan pendiriannya yang luar biasa dan tidak pernah mengenal kompromi, terutama jika menyangkut masalah kebenaran ilmiah dan mutu pekerjaan. Salah satu ucapannya yang terkenal adalah “Jika anda tidak punya pekerjaan, jangan dikerjakan di sini.” Karena itu, sarnpa: sekarang tidak ada buku flora di dunia yang menyamai Flora Malesiana dalam segala aspek, baik kedalaman, ketelitian, keluasan cakupan, dan kadar serta mutu informasi. Oleh sebab itu, kalangan botani menamakan Flora Malesiana sebagai flora penelitian.

Advertisement