Advertisement

Tokoh hu­manis terbesar asal Belanda dalam masa Renaisans. Ia menghargai pemikiran Martin Luther dan para to­koh Reformasi lain, namun ia tidak bisa menerima adanya pemisahan dalam tubuh Gereja. Erasmus ti­dak sanggup menjembatani jurang yang semakin le­bar antara Katolik dan Protestan.

Desiderius Erasmus ditahbiskan menjadi imam pa­da tahun 1492. Pada tahun 1499 ia mengunjungi Ing­gris, tempat ia bertemu dengan cendekiawan Katolik seperti John Colet dan Thomas More yang mengan, jurkannya untuk memperdalam telaah atas Injiy Erasmus menyajikan “kan­dungan filsafat ajaran Kris­tus” dalam bukunya En­chiridion Militis Christiani (Pedoman Pejuang Kris­ten, 1503). yang menekan­kan kesalehan, moralitas, dan kesetiaan terhadap iman. Ia masih melanjut­kan karya itu dengan satir nya Encomium Moriae (Me­muja Kebodohan, 1509), yang secara halus menge­cam kalangan biarawan yang mengabaikan ketiga nilai tersebut dan justru dan justru mementingkan upacara serta peraturan- peraturan belaka. Suntingannya atas Kitab Suci Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani (1516) menjadi teks yang dipakai dalam kitab suci tersebut.

Advertisement

Advertisement