Advertisement

MENGENAL DEWI KUNTI – Salah satu tokoh wayang, adalah ibu para Pandawa. Sebenarnya, anak kandungnya empat orang, yakni Kama, Puntadewa, Bima, dan Arjuna. Dua anak yang lain adalah putra dari madunya yang bernama Dewi Madrim. Madrim meninggal ketika ia bela-pati bunuh diri sewaktu suami mereka, Pandude- wanata, meninggal dunia. Anak sulung Kunti, yaitu Kama, tidak tergolong dalam keluarga Pandawa, ka­rena anak itu dibuang ketika masih bayi.

Nama lengkap Kunti adalah Kuntinalibrangta, putri angkat raja Kuntiboja dari negeri Mandura. Ayahnya yang sebenarnya adalah Prabu Suraraja. Ia pun dike­nal dengan nama Dewi Prita. Saudaranya tiga orang, yaitu Basudewa, Ugrasena dan Aryaprabu.

Advertisement

Pada masa remajanya Kunti mempelajari ilmu Adityaredaya dari resi Druwasa. Dengan ilmu itu ia dapat mendatangkan dewa yang ia inginkan. Resi Druwasa sudah berpesan agar ilmu itu tidak diguna­kan, namun rasa ingin tahu Kunti menyebabkan ia melanggar pesan itu. Ia mendatangkan dewa Surya. Akibatnya Kunti hamil. Untunglah resi Druwasa da­pat menolong melahirkan bayi itu lewat telinga Kunti, sehingga Kunti tetap perawan. Bayi itu diberi nama Kama, yang artinya telinga. Atas perintah Prabu Kun­tiboja, Karna dibuang ke kali.

Kunti menikah dengan Pandudewanata dan hidup bersama madunya, Madrim. Dalam suasana bulan madu, Pandu dikutuk oleh seorang pertapa. Jika Pan­du melakukan hubungan suami-istri, umurnya tidak akan panjang. Untuk mendapatkan keturunan, atas persetujuan suaminya, Kunti dengan ilmu yang dimi­likinya lalu mendatangkan Batara Darma. Maka lahir­lah Puntadewa. Setelah itu berturut-turut Kunti mela­hirkan Bima dan Arjuna, yang masing-masing merupakan hasil pertemuannya dengan Dewa Bayu dan Indra. Semua itu dilakukan atas sepengetahuan dan seizin suaminya.

Sebagai seorang ibu, Kunti berbuat segala-galanya bagi anak-anaknya, termasuk Nakula dan Sadewa anak tirinya. Tetapi anak sulungnya, yaitu Karna, hi­dup tersia-sia. Karna, yang dipelihara oleh sais kereta kerajaan Astina bernama Adirata, akhirnya diberi ke­dudukan sebagai adipati di Awangga oleh Prabu / Suyudana. Itulah sebabnya, dalam Baratayuda Karna berpihak pada Kurawa.

Hari-hari menjelang Baratayuda merupakan saat paling sulit bagi Kunti, karena ia tahu bahwa Karna akan berhadapan sebagai musuh dengan kelima anak­nya yang lain. Ia membujuk Karna agar tidak memi­hak Kurawa, namun tak berhasil karena putra sulung­nya itu mempunyai alasan yang tepat dan benar.

Seusai perang besar itu, lima belas tahun sesudah Yudistira memerintah Astina, Kunti bersama Drestarastra dan Dewi Gendari pergi ke hutan untuk meng­habiskan masa tua mereka dengan bertapa. Tetapi hu­tan itu terbakar, dan mereka pun tewas.

Incoming search terms:

  • arti nama dewi kunthi
  • pengertian arti sais kereta
  • arti dewi kunti
  • arti nama dewi kunti
  • dewi kunti artinya

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti nama dewi kunthi
  • pengertian arti sais kereta
  • arti dewi kunti
  • arti nama dewi kunti
  • dewi kunti artinya