MENGENAL DUA TIPE HUBUNGAN RAS DAN ETNIK – Suatu tipologi yang menunjukkan dua bentuk stratifikasi dan etnik yang berbeda secara mendasar telah dikembangkan oleh Pierre van den Berghe (1967) (Tabe113.1). Yang paling berguna mengenai tipologi ini adalah bahwa tipologi ini menghubungkan suatu bentuk stratifikasi ras/etnik suatu masyarakat tertentu dengan prasarana materialnya dan dengan aspek-aspek struktur sosialnya yang lebih luas. Kelompok yang do.. minan memandang dirinya sendiri sebagai superior, baik berdasarkan biologi ataupun kebudayaan atau kedua-duanya, terhadap kelompok yang tak dominan. Kelompok tak dominan dipandang lemah, tidak dewasa, tak bertanggung jawab, suka bersenang-senang, serampangan, dan rendah; namun, sebagai peramah bila berada “ditempatrtya”. Dengan demikian sistem ini terj alin sepanjang garis-garis model tuan-pelayan yang ketat. Kelompok dominan menguasai perekonomian (kelompok ini memiliki sebagian besar tanah, tenaga kerja, dan sumber daya alam lainnya), dan dominasi perekono- mian ini memberikannya kekuatan kontrol yang kuat atas sistem politik dan hukum. Jadi, seperti dikemukakan oleh van den Berghe, hubungan ras paternalistik merupakan contoh-contoh eksploitasi, dan tirani terhadap banyak orang, oleh yang sedikit. Sesuai dengan sistem tuan-pelayan ini, cara hidup sosial ditandai oleh jarak fisik yang kecil (yakni, segregasi fisik yang kecil saja), tetapi jarak sosialnya besar. Suatu sistem etiket sosial yang rumit mengatur interaksi di antara kelompok-kelompok dominan dan subordinat. Karena anggota-anggota kelompok subordinat adalah orang-orang inferior yang sa-ngat terstruktur, maka mereka diperbolehkan untuk berkontak erat secara fisik dengan para anggota kelompok dominan tanpa hal ini menj adi suatu ancaman terhadap status para anggota kelompok dominan.

Tipe hubungan ras yang kompetitif dalam banyak hal adalah kutub berlawanan dengan tipe paternalistik. Tipe ini adalah ciri masyarakat industri yang mempunyai pembagian kerja yang kompleks dan sistem produksi yang didasarkan pada manufaktur. Kelompok ras yang dominan adalah suatu mayoritas dalam jumlah atau suatu minoritas yang cukup besar. Amerika Serikat kontemporer, Afrika Selatan, dan Inggris adalah sebagian contoh populer yang memperlihatkan hubungan-hubungan ras yang kompetitif. Di bawah tipe sistem stratifikasi rasial ini, perbedaan kelas menjadi lebih penting bila dibandingkan denganperbedaan-perbedaan yang didasarkan pada perbedaan kasta rasial, dan ras tidak lagi menjadi kriteria utama untuk merekrut orang-orang untuk posisi pekerjaan. Sistem politik sering merupakan apa yang oleh van den Berghe disebut sebagai demokrasi Herrenvolk, yakni suatu sistem di mana demokrasi parlementer dibatasi penerapannya pada kelompok ras yang dominan. Model tuan-pelayan tak berlaku lagi dan digantikan oleh kompetisi yang keras di antara kelompok ras subordinat dan kelas pekerja kelompok yang dominan. Segregasi fisik menjadi meluas guna memelihara kedudukan hak istimewa kelompok dominan. Citra kelompok dominan mengenai kelompok subordinat berubah dari kelompok inferior yang tak bertanggung jawab dan tidak matang tapi baik hati menj adi kelompok pesaing yang agresif, “sombong”, dan tidak jujur untjak memperoleh sumber daya yang langka dan penantang status quo. Ciri-ciri hubungan ras paternalistik yang bermurah hati, sebagian besar hilang dan diganti oleh sikap bermusuhan dan benci oleh banyak anggota kelompok dominan terhadap kelompok di bawahnya. Konflik di antara kelompok-kelompok dominan dan bawahannya menj adi peristiwa yang sering ditandai oleh sanksi seperti hukuman gantung, kerusuhan ras, dan gerakan oposisi politik massa. Yang paling khas mengenai hubungan ras kompetitif ialah bahwa banyak anggota kelompok ras yang dominan masuk ke dalam persaingan terbuka dengan anggota-anggota kelomp ok yang “lebih rendah” dalam mencari pekerjaan (karena itu disebut “kompetitif). Hal ini sangat kontras dengan situasi paternalistik di mana kedua kelompok itu terpisah secara ketat dalam struktur pekerjaan, di mana satu kelompok inembawahi kelompok lainnya secara terstruktur, dan di mana kelompok dominan menekan kelompok lainnya melalui suatu despotisme kebajikan (karena itu namanya “paternalistik”). Semua sistem perbudakan perkebunan yang timbul di Dunia Baru, dengan munculnya kapitalisme modem, telah memperlihatkan versi hubung-an ras yang patemalistik. Lagi pula, sebagian dari sistem paternalistik itu telah berkembang menjadi sistem kompetitif dengan abolisi dan meningkatnya industrialisasi.

Filed under : Bikers Pintar,