Advertisement

Adalah ilmuwan penulis, astronom, dan penulis puisi asal Yunani. Ia dianggap orang pertama yang berusaha mengetahui besar bumi.

Eratosthenes mengamati sudut jatuh berkas sinar matahari di dua kota, yakni Aleksandria dan Syene (Aswan sekarang) yang terletak sekitar 800 kilometer sebelah tenggara Aleksandria. Catatannya memper­lihatkan bahwa di Syene pada tengah hari musim pa­nas pada saat terjadinya titik balik matahari (22 Juni), berkas sinar matahari jatuh tegak lurus. Tepat pada saat yang sama, berkas sinar matahari itu jatuh de­ngan sudut sekitar 7° di Aleksandria. Ketika itu Era­tosthenes memastikan bahwa jarak antara matahari dan bumi sangat jauh, dan dengan demikian berkas- berkas sinarnya dapat dianggap memancar sejajar pa­da saat menuju bumi. Dengan semua data di atas ia mencoba menghitung besar lingkaran bumi. Menurut standar pengukuran astronomi modern, hasil peng­ukuran Eratosthenes pada waktu itu sungguh menga­gumkan karena cukup tepat.

Advertisement

Eratosthenes lahir di Kirena, wilayah Libya. Pada sekitar tahun 255 SM ia tinggal di Aleksandria, tem­pat ia mencurahkan segala perhatian atas sebuah per­pustakaan besar di sana. Kegiatannya meliputi juga pembuatan almanak, penyusunan berbagai karya sas­tra serta peristiwa politik yang berlangsung sejak ja­tuhnya kota Troya, penulisan naskah teater, puisi berdasarkan astronomi, dan penulisan naskah bidang etika. Ia juga penemu sistem pengenal bilangan prima (semua bilangan, kecuali 1, yang habis dibagi de­ngan satu dan bilangan itu sendiri), yakni “Saringan Eratosthenes”. Di masa tua, Eratosthenes mengalami kebutaan dan konon berniat bunuh diri karena ke­adaan ini.

Advertisement