Advertisement

MENGENAL FRANZ KAFKA (1883-1924) – Pengarang Cekoslowakia yang menulis dalam bahasa Jerman. Ia sendiri menganggap tulisannya sebagai sarana pembebasan. Kafka keturunan Yahudi-Jerman. Ia bekerja seba­gai pengacara kantor asuransi negara. Masa kecilnya muram, terutama karena ayahnya bersikap tak mau di­bantah. Semasa hidup Kafka hanya mempublikasikan cerita-cerita pendeknya. Sebelum meninggal ia me­minta kepada sahabatnya, Max Brod, agar semua manuskrip karangannya dibakar. Namun Max Brod tidak sepenuhnya meme­nuhi permintaan Kafka, sehingga beberapa kar­yanya kemudian diterbit­kan: Das Schloss (Puri), Oer Prozess (Pengadilan), dan Amerika, semuanya pada tahun 1925. Kafka menjadi tenar secara inter­nasional sesudah Perang Dunia II, terutama karena perhatian yang amat besar dari para pengarang Eksis­tensialisme. Beberapa kar­yanya antara lain Metamorfosis, Koloni Hukuman, Se­niman Lapar, dan Keadilan. Karya lengkapnya, Franz Kafka, Cerita-cerita Lengkap, diterbitkan pada tahun 1971.

Karya-karya Kafka, yang diasosiasikan (dihubung- kan-hubungkan) dengan gerakan ekspresionisme, surealisme, dan eksistensialisme, sangat imajinatif. Nada berceritanya ganjil, muram, sepi, dan cemas. Dalam melukiskan objek dan peristiwa, Kafka sangat teliti. Kejadian-kejadian ceritanya selalu digam­barkan secara realistik bercampur fantasi, kemimpi- mimpian, dan aneh. Ia menggemari tema kesia-siaan manusia dalam memperoleh rasa aman dan mapan, manusia yang dihantui siksaan kesepian dan kerin­duan. Karakter para tokohnya digambarkan selalu frustasi dalam mencapai tujuan hidup, seperti kedu­dukan, keselamatan rohani, dan ilmu pengetahuan.

Advertisement

Kafka berpengaruh atas kalangan sastrawan Indo­nesia sejak permulaan tahun 1950-an. Pengaruhnya itu diperkirakan masuk melalui bacaan karya sas­trawan eksistensialisme Perancis yang memang amat populer di Indonesia kala itu (Albert Camus dan Jean- Paul Sartre, misalnya). Seorang sastrawan Indonesia, Basuki Gunawan, termasuk salah satu yang menulis berdasarkan pengaruh itu dalam majalah Konfrontasi. Pada tahun 1968-1969 gema Kafka kembali bergaung bersama kemunculan para pengarang Horison. Ketika itu eksistensialisme menjadi semacam “mode” teruta­ma di kalangan sastrawan ndonesia. Beberapa cerita pendek Kafka telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, namun belum satu pun bukunya mengala­mi hal serupa.

Incoming search terms:

  • franz kafka bahasa indonesia
  • memahami franz kafka

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • franz kafka bahasa indonesia
  • memahami franz kafka