Advertisement

Ahli ilmu hewan penerima Hadiah Nobel Kedokteran Fisiologi (1973) bersama ahli perilaku hewan Konrad Lorenz dan Ni- kolaas Tinbergen. Studinya mengenai komunikasi di antara lebah memberikan sumbangan yang sangat penting bagi pengetahuan tentang sifat kimiawi dan sensor-sensor penglihatan serangga.

Sekitar tahun 1910 Frisch berhasil membuktikan bahwa ikan mampu membedakan warna dan menang­kap perbedaan cahaya. Dari penelitian yang sama ia kemudian juga membuktikan bahwa ketajaman pen­dengaran dan kemampuan membedakan bunyi pada ikan jauh melebihi yang dimiliki manusia.

Advertisement

Yang membuat Frisch dikenal luas adalah peneli­tiannya atas lebah. Pada tahun 1919 ia memperton­tonkan bahwa lebah dapat dilatih untuk membeda­kan berbagai macam rasa dan bau. Ia pun berhasil menyingkap bahwa indera penciuman lebah setingkat dengan indera penciuman manusia, sedangkan i nergecap lebah tidak setinggi itu dan tidak pula r. gantung pada tingkat kemanisan. Hasil pengamatan Frisch juga menunjukkan bahwa lebah mengkomu- nikasikan jarak dan tempat adanya makanan kepada koloninya melalui dua jenis gerakan berirama (tarian): berputar dan berkibas. Gerakan berputar menunjuk­kan bahwa sumber makanan berada dalam jarak 75 meter dari sarang, sedangkan gerakan berkibas me­nunjukkan jarak yang lebih jauh.

Pada tahun 1949 Frisch berhasil membuktikan bah­wa lebah memanfaatkan matahari sebagai penunjuk arah (kompas), dengan mencerap cahaya yang terpo­larisasi. Ia juga membuktikan bahwa lebah mampu menggunakan metode orientasi ini sekali pun mata­hari tidak tampak. Kemampuan ini tampaknya dila­kukan dengan mengingat pola-pola polarisasi yang di­sajikan langit pada jam-jam tertentu dalam sehari, dan tempat-tempat yang sudah dikenal sebelumnya.

Frisch menyandang gelar doktor dari Universitas Muenchen pada tahun 1910. Pada tahun 1921 ia diang­kat menjadi Direktur Lembaga Ilmu Hewan di uni­versitas Rostock. Jabatan yang sama pada Universi­tas Breslau diterimanya pada tahun 1923. Ia kembali ke Universitas Muenchen pada tahun 1925, dan men­dirikan Lembaga Ilmu Hewan di sana. Ia terpaksa me­nyingkir ke Universitas Graz di Austria karena Perang Dunia II yang sedang berkobar menghancurkan lem­baganya itu. Pada tahun 1950 ia kembali ke Muen- chen sampai ia pensiun pada tahun 1958.

Advertisement