Advertisement

Pada umumnya kemasan berfungsi untuk :
1. Mencegah kerusakan secara fisik
2. Mencegah atau mempersukar pemalsuan atau peniruan.
3. Alat komunikasi dengan memberikan keterangan-keterangan pada kemasan itu, tentang cara penggunaan, cara penyimpanan, komposisi isi produk, dan Iain-Iain.
4. Menjamin kebersihan dan sebagai wadah “container” untuk produk yang berupa barang cair.
5. Dapat memudahkan dan menghemat waktu dalam mengangkut produk tersebut, sehingga memudahkan penyaluran dalam proses penjualan, baik bagi produsen dan penyalur maupun bagi konsumen.
Dalam 20 tahun terakhir ini fungsi kemasan sudah berkembang jauh, bahkan telah menjadi salah satu unsur paling penting dalam strategi pengembangan produk di samping mutu, kemasan juga berperan sebagai sarana promosi dan sarana menjual. Banyak faktor yang menunjang peran kemasan sebagai sarana menjual yang semakin menonjol antara lain :
1. Sistem penjualan Swalayan (Self Service).
Sistem penjualan ini makin populer di mana-mana dan telah memaksa produk menjual dirinya sendiri. Dengan sistem ini pembeli memilih sendiri produk yang diinginkannya. Sehingga kemasan harus berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, kemasan harus menarik, menyebutkan ciriciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang menguntungkan.
2. Kemakmuran konsumen
Konsumen yang berpenghasilan tinggi bersedia membayar lebih mahal untuk mendapatkan kemudahan penampilan, ketergantungan, dan prestise dari kemasan yang lebih baik.
3. Citra Perusahaan dan Merek
Kemasan yang dirancang dengan cermat akan dapat mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek tertentu.
4. Perkembangan Teknologi yang pesat.
Perkembangan teknologi telah memungkinkan perusahaan memanfaatkan berbagai jenis kemasan dengan kualitas, dan penampilan yang unggul serta harga relatif murah.

Advertisement
Advertisement