MENGENAL GANGGUAN MOOD DAN SKIZOFRENIA

51 views

MENGENAL GANGGUAN MOOD DAN SKIZOFRENIA – Seperti yang telah kami sebutkan, rongga otak yang melebur tidak spesifik pada skizofrenia; pasien psikotik lain khususnya yang mengalami gangguan mood, menunjukkan pelebaran rongga otak hampir sebesar yang terlihat dalam skizofrenia. Dalam hal yang sama, peningkatan densitas reseptor dopamin dilaporkan di antara pasien psi-kotik dengan gangguan bipolar. Seorang ibu yang terpapar virus infuensa selatnu trimester kedua kehamilan juga meningkatkan risiko gangguan mood. Phenothiaziness, paling sering digunakan untuk menangani skizofrenia, juga afektif untuk pasien dengan mania dan pasien dengan depresi psikotik. Terakhir, literatur tersebut melaporkan kelompok anak kembar tiga identik, dua di antaranya mengalami gangguan bipolar dan satu mengalami skizofrenia.

Data-data ini menjelaskan bahwa kategori diag-nostik skizofrenia dan gangguan mood psikotik mungkin tidak benar-benar terpisah secara total. Keduanya membagi beberapa simtom yang biasa (khususnya delusi) dan beberapa faktor etiologis yang memungkinkan (peningkatan aktivitas dopa-min), serta memberikan respons yang sama pada penanganan biologis. Implikasinya yang penting adalah bahwa para peneliti akan selalu siap memusatkan usaha mereka pada sinetron psikotik terhadap kelompok diagnostik dibanding hanya pada diagnosis skizofrenia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *