Advertisement

Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan nasional yang mulai ada sejak 1940-an ketika berperang melawan Belanda. Pada masa itu maskapai ini menggunakan pesawat transpor Douglas DC-3. Pada 26 Januari 1949 maskapai ini diresmikan dengan nama Garuda Indonesian Airways yang menggunakan pesawat pertama bernama Seulawah (bahasa Aceh: pegunungan emas) (Gambar 8.39). Pesawat pertama ini dibeli dengan bantuan rakyat Aceh yang telah berhasil mengumpulkan dana sebanyak 120,000 ringgit. Semasa revolusi, armada ini melayani penumpang-penumpang diplomatik Indonesia untuk berbagai misi kenegaraan. Pada awal perkembangan maskapai ini, Garuda Indonesia yang bekerja sama dengan KLM pada 31 Maret 1950 pernah membantu Pemerintah Burma (sekarang Myanmar). Ketika itu pesawat yang digunakan adalah DC-3. Pada 1953, maskapai ini berhasil mengembangkan armadanya sehingga mencapai 46 pesawat. Pada 1960-an maskapai ini mulai meningkatkan armadanya dengan delapan Convair 240, delapan Convair 340, dan tiga Convair 440. Pada 1961 dan akhir 1965, maskapai ini menambah pesawatnya dengan tiga Convair 990 bermesin jet dan tiga Lockheed L-188 Electra. Rute perdana ialah dari Jakarta ke Hongkong (Kai Tak International Airport). Setelah berkonsentrasi untuk rute domestik dan regional, penerbangan pertama ke Eropa mulai beroperasi pada 28 September 1963 menuju Amsterdam dan Frankfurt. Dalam tahun 1965, penerbangan ke Eropa mulai diperluas ke Roma dan Paris melalui Bombay dan Kairo. Ketika itu pesawat yang digunakan adalah pesawat eksklusif Convair 990. Sementara itu, dalam tahun yang sama penerbangan ke Cina dimulai dengan rute Jakarta-Canton melalui Phnom Penh. Kemudian pada 1965, pesawat penumpang jenis jet mulai beroperasi dengan jenis Douglas DC-8 yang terbang menuju Amsterdam (Bandara Schippol).

Pada 1970-an mulai digunakan pesawat McDonnell Douglas DC-9 dan Fokker F28 jenis jet, yang jumlahnya ketika itu 36 buah Fokker F28. Pada 1980an, Garuda Indonesia menggunakan pesawat jenis Airbus, yaitu Airbus A300 dan Airbus A300-600, di samping jenis Boeing 737, Boeing 747, serta McDonnell Douglas MD-11.

Advertisement

Hingga 2006 armada pesawat Garuda Indonesia terdiri atas tiga Boeing 747-400 (Gambar 8.40), enam Airbus A330-300, dua Boeing 737-800, 19 Boeing 737-400, 17 Boeing 737-300, dan lima Boeing 737-500. Maskapai ini sedang memesan 18 Boeing 737-800, enam Boeing 777-200ER, dan sepuluh Boeing 7879. Sebelumnya, Garuda Indonesia mempunyai armada McDonnell Douglas MD11/ER, Airbus A330-200, Fokker F28, Boeing 747-100, 747-200 dan 747-300; Airbus A300-600, Douglas DC-3, Boeing 767-300, McDonnell Douglas DC-10, dan Douglas DC-8.

Advertisement