Advertisement

Adalah gua yang merupakan situs purbakala di Propinsi Mae Hong Son, Thailand barat laut. Di sini ditemukan lima lapisan dari dua tingkat budaya. Gua ini dihuni manusia sejak 12.000-7.000 tahun yang lalu. Manusianya telah mengusahakan lingkungan secara luas dengan cara hidup berburu dan meramu, baik tetumbuhan, hewan maupun kerang, namu: erbatas pada lingkungan sekitarnya.

Alat budaya Hoabinh yang mereka gunakan mempunyai kekhasan, yaitu sisi tajamnya digerinda bukan diserpih, dan ini merupakan gejala lokal. Bahan alat batu dari kuarsit kasar. Alat Hoabinh terdiri atas alat batu serpih bermuka satu {unifacial) atau batu inti dari kerakal kali dan batu gerus, tetapi juga terdapat batu gerinda, palu batu dan tatal, di samping bilah kalsit.

Advertisement

Tingkat budaya Hoabinh prakeramik dan Hoabinh sesudah terdapat gerabah tidak berbeda jauh, dan peralihannya hanya tampak dengan adanya tipe alat batu ya.ig baru, seperti beliung serpih {flake adze) dan alat-alat Neolitik seperti landasan dan pisau batu teru- pam, serta gerabah dengan pola tali. Pada situs ini ditemukan arang bambu.

Temuan faunanya berupa rusa, babi, bovid, monyet dan kera, tupai, ular, hewan melata lain, tikus, kelelawar, burung, kura-kura, ikan air tawar, dan kerang. Temuan floranya antara lain kenari, pinang, kersen, palma, ketapang, lada, sesuru, jarak, kemiri, lengkong, kelaki, labu air, blustru, kayu sirih, mentimun, pare, kacang-kacangan, teratai, dan rumput-rumputan.

 

Advertisement