Advertisement

MENGENAL GUSTAV HEINRICH RALPH VON KOENIGSWALD (1902-1981) – Ahli paleontologi manusia ketu­runan Jerman-Qenmark yang lahir di Berlin. Ia men­jadi terkemuka terutama karena hasil penelitiannya atas manusia dan kebudayaannya, serta hewan purba di Indonesia.

Koenigswald berayah ahli etnologi. Ia belajar geo­logi dan paleontologi di Berlin, Tiibingen, dan Koin. Pada tahun 1928 ia meraih gelar doktor bidang geolo­gi di Miinchen. Pada tahun 1931 ia datang ke Hindia Belanda dan segera bekerja dalam penggalian paleon- tologis di Ngandong, Blora (1931-1933). Dalam penggalian itu ia menemukan fosil manusia Ngan­dong yang kemudian diberi nama ilmiah Homo erec- tus soloensis.

Advertisement

Koenigswald terkenal pula dalam pengolahan situs Sangiran yang berlangsung dari tahun 1934 hingga 1941. Hasilnya adalah penemuan fosil gigi-gigi lepas, rahang, dan tengkorak Homo erectus robustus, H. erectus erectus, dan Meganthropus palaeojavanicus. Ia juga mendeskripsi tengkorak anak-anak dari Per- ning, Mojokerto. Di Sangiran pula Koenigswald me­nemukan banyak gigi manusia subresen yang seba­gian besar berupa tajuk enamelnya saja, sehingga dapat diselidiki permukaan dalamnya.

Di Siwalik, Pakistan, ia menemukan fosil-fosil pri­mata. Pada banyak toko obat Cina di Hong Kong dan beberapa wilayah lain ia menemukan gigi-gigi Gigan- topithecus, yang ternyata banyak terdapat di Cina Se­latan dan India. Ia menemukan juga Hemanthropus peii, Sinanthropus officinalis, dan rahang W ajak.

Dalam bidang prasejarah Koenigswald dikenal de­ngan temuannya berupa serpih-serpih obsidian di da­taran tinggi Bandung (1931), alat-alat Pacitanan di Punung (1933), dan serpih Sangiran (1934). Di lem­bah Cagayan, Luzon, ia menyelidiki alat-alat Cabal- wanan (1-953), fosil-fosil mamalia, dan tektit. Pertanggalan radiometris tektit dari Sangiran dan ba­salt dari Gunung Muria pertama kali ia lakukan pada tahun 1964. Ia pun mempelajari tektit dari kawasan Australasia dengan cermat.

Koenigswald juga melakukan deskripsi atas berpu­luh-puluh fosil dari Jawa. Ia menciptakan banyak na­ma taksonomis. Namanya sendiri dipakaikan pada ba­nyak nama taksonomis oleh para ahli sejawatnya sebagai tanda penghormatan. Ia telah menghasilkan lebih dari 300 publikasi, terutama tentang paleoantro- pologi Indonesia. Ia mengumumkan pula hasil studi­nya tentang fosil primata dan manusia dari Afrika, Eropa serta Australia, yang meliputi Oreopithecus, Ramapithecus, Sivapithecus, Dryopithecus, Graeco- j pithecus, dan manusia Neanderthal (Lembah Nean- der). Ia menulis juga teori evolusi manusia, primata, mamalia, dan vertebrata terutama tentang gigi-geligi.

Koenigswald menerima banyak penghargaan, anta­ra lain Medali Annandale, Plaket Darwin, Medali Thomas Huxley, Hadiah Werner-Reimers, dan gelar doktor kehormatan dari Universitas Gadjah Mada (1976). Dari tahun 1948 sampai 1968 ia menjadi guru besar paleontologi di Universitas Utrecht (Belanda), kemudian pindah ke Museum Senckenberg (Fran­kfurt), tempat ia meninggal pada tahun 1981.

Incoming search terms:

  • von koenigswald dari jerman th 1934-1941 berhasil menemukan beberapa fosil

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • von koenigswald dari jerman th 1934-1941 berhasil menemukan beberapa fosil