MENGENAL HAROLD LASSWELL

59 views

Lasswell dilahirkan di Donellson, Illinois, Amerika Serikat, yang ber- penduduk 292 jiwa. la adalah seorang anak yang cepat sekali dewasa; pada usia 16 tahun dengan beasiswa ia kuliah di Chicago University. Selama belajar di Chicago Lasswell dipengaruhi oleh John Dewey, George Herbert Mead dan Robert Park. Lasswell adalah seorang mahasiswa yang antusias; ia senantiasa tertarik oleh setiap masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari- hari. Misalnya, minatnya pada psikiatri Freud muncul pada suatu musim panas ketika mengunjungi pamannya, seorang dokter di Indiana. Paman Lasswell memiliki seperangkat buku Freud yang waktu itu dibaca oleh Harold muda. Selanjutnya Lasswell menjadi sarjana Amerika terkemuka yang memperkenalkan teori Freud dalam ilmu politik. Pada saat duduk di tingkat Sarjana Lasswell menerbitkan beberapa buku dalam bidang ilmu sosial, yang berkaitan dengan ilmu politik, ilmu ekonomi, dan sosiologi. Oleh seorang penulis biografi Amerika, Lasswell digambarkan sebagai “Leonardo da Vinci” dalam ilmu perilaku:.

Tatkala ia duduk di tingkat doktoral untuk meraih golar Ph.D. pada diri Lasswell, eklektisisme (kecenderungan untuk memilih dari berbagai sumber) menyebabkan krisis dalam kariernya. Di fakultasnya itu selama lima belas tahun ia sangat produktif. Pemimpin Universitas Chicago, Robert Maynard Hutchins, ternyata berprasangka negatif terhadap ilmu sosial, terutama terhadap ahli-ahli sosial empiris (sikap Hutchins tersebut menyebabkan kehancuran Fakultas Sosiologi Universitas Chicago setelah tahun 1935).

Lasswell bukan saja seorang empiris, tetapi juga seorang cendekiawan yang mencoba menekuni teori Freud untuk melakukan analisis isi dalam rangka meneliti pengaruh propaganda terhadap opini publik. Hutchins memveto promosi Lasswell untuk menjadi profesor pada tahun 1938. Setelah dua belas tahun di Chicago, di mana ia mendidik beberapa ahli politik yang handal, antara lain Ithiel de Sola Pool dan Herbert Simon, maka Lasswell tidak mendidik yang lainnya dalam empat puluh tahun dari sisa hidupnya, karena ia mengajar di Fakultas Hukum Universitas Yale. Walaupun Lasswell tidak meraih gelar Ph.D, namun ia merupakan seorang cendekiawan yang aktif, yang menulis lebih dari enam juta kata dalam publikasi ilmiahnya semasa hidupnya. Tiga jilid bukunya yang berjudul “Propaganda and Communication in World History” sedang dicetak ia meninggal pada tahun 1980. Perpustakaan Universitas Stanford memiliki lima puluh tujuh buku yang dikarang dan diedit oleh Lasswell (Rogers, 1986 : 100).

Dari usianya 78 tahun dengan studi komunikasinya, Lasswell me-ninggalkan pesan bagi para cendekiawan dan mahasiswa komunikasi, yang antara lain mengatakan sebagai berikut:

“It is not enough for communication specialists to acquire skill in surveying, content analysis, or other technical operations. A genuine profession can be said to complement skill with enlightenment. In the case of communication, the conditions and projection of the entire process. It also implies the capacity to invent and evaluate policies for the accomplishment of postulated goals”. (Para spesialis komunikasi tidaklah cukup memiliki keterampilan dalam melakukan survey, analisis isi, atau kegiatan teknik lainnya. Profesi yang sejati dapat dikatakan keterampilan yang dilengkapi dengan pencerahan. Dalam kasus komunikasi, kondisi dan proyeksi dari keseluruhan proses. Ini juga mencakup kapasitas dan me-nemukan dalam mengevaluasi kebijaksanaan dalam penyelesaian tujuan-tujuan yang dianggap dasariah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *