Advertisement

Ilmu psikologi dan ilmu sosiologi seperti yang kita lihat di atas, ilmu antropologi, serta sub-sub ilmunya juga mempunyai hubungan yang sangat banyak dengan ilmu-ilmu lain. Masing-masing juga memerlukan bantuan antropologi. Ilmu-ilmu lain itu yang terpenting di antaranya:
1. Ilmu Geologi.
Bantuan ilmu geologi yang mempelajari ciri-ciri lapisan bumi, serta perubahan-perubahannya, terutama dibutuhkan oleh sub-ilmu paleo-antropologi dan prehistori untuk menetapkan umur relatif dari fosil-fosil makhluk primata dan fosil-fosil manusia dari zaman dahulu.
2. Ilmu Paleontologi dan Antropologi.
Yaitu sebagian ilmu yang meneliti fosil makhluk-makhluk dari zaman dahulu untuk membuat suatu rekonstruksi tentang proses evolusi bentuk-bentuk makhluk dari zaman dahulu hingga sekarang, tentu juga sangat diperlukan ilmu paleo-antropologi dan prehistori. Pengertian tentang umur dari fosil-fosil kera dan fosil manusia, aspek-aspek bekas kebudayaan yang digali itu, dapat juga dicapai dengan mengetahui umur relatif dari fosil-fosil paleontology yang terdapat di dekatnya.
3. Ilmu Anatomi.
4. Ilmu Kesehatan Masyarakat.
5. Ilmu Psikiatri.
6. Ilmu Linguistik.
7. Ilmu Arkeologi.
8. Ilmu Sejarah.
9. Ilmu Geografi.
10. Ilmu Ekonomi.
11. Ilmu Hukum Adat.
12. Ilmu Administrasi.
13. Ilmu Politik.
Metode ilmiah dan suatu ilmu pengetahuan adalah segala jalan atau cara dalam rangka ilmu tersebut, untuk sampai kepada kesatuan pengetahuan. Tanpa metode ilmiah, suatu ilmu pengetahuan sebenarnya bukan suatu ilmu melainkan suatu himpunan pengetahuan saja tentang berbagai gejala alam atau masyarakat, tanpa dapat disadari hubungan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain. Kesatuan pengetahuan itu dapat dicapai oleh para sarjana dalam ilmu yang bersangkutan melalui tiga tingkatan, di antaranya:
1. Pengumpul fakta,
2. Penentuan ciri-ciri umum dan sistem, dan
3. Verifikasi,
Untuk ilmu antropologi budaya, pengumpulan fakta mengenai kejadian dan gejala masyarakat dan kebudayaan diperlukan untuk pengolahan secara ilmiah. Dalam kenyataan, aktivitas pengumpulan fakta terdiri dari berbagai metode: mengobservasi, mencatat, mengolah, dan melukiskan faktafakta yang terjadi dalam masyarakat hidup.
Untuk antropologi-budaya, penelitian lapangan merupakan suatu cara yang terpenting untuk mengumpulkan fakta-faktanya, di samping itu, penelitian di perpustakaan juga penting, sedangkan metode-metode penelitian berada tetap di luar objeknya. Artinya, dirinya sendiri tidak ada hubungan dengan objek yang ditelitinya.

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar,