Advertisement

Persamaan dan perbedaan antara kedua ilmu. Ditinjau sepintas lalu, maka seolah-olah tidak ada perbedaan antara sub-sub ilmu antropologi yang baru di atas, yaitu antropologi sosial dengan suatu ilmu yang lain yang sebutannya telah lama dikenal umum, yaitu sosiologi. Dapat kita lihat ilmu-ilmu bagian dari antropologi seperti pada bagan di bawah ini. (lihat halaman 18)
Dari sub-sub di atas, ilmu antropologi sosial berusaha mencari unsur-unsur persamaan di bidang angka, warna, beribu-ribu masyarakat, dan kebudayaan manusia di muka bumi ini, untuk mencapai pengertian tentang asas-asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya. Hal tersebut itu memang juga merupakan tujuan dari ilmu sosiologi, sehingga dipandang dari sudut tujuannya, keduanya seolah-olah sama. Sebaliknya, kalau ditinjau lebih khusus akan tampak beberapa perbedaan diantaranya:
1. Kedua ilmu itu masing-masing mempunyai asal mula dan perkembangan sejarah yang berbeda.
2. Asal mula sejarah yang berbeda menyebabkan adanya suatu perbedaan pengkhususan kepada pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmu itu.
3. Asal mula dan sejarah yang berbeda juga telah menyebab-kan berkembangnya beberapa metode dan masalah yang khusus dari kedua ilmu masing-masing.

ILMU-ILMU BAGIAN DARI ANTROPOLOGI
Pokok ilmiah dari antropologi sosial dan sosiologi. Sejarah perkembangan ilmu antropologi telah menyebabkan bahwa ilmu itu sejak mulanya hingga sekarang masih tertuju kepada objek-objek penelitian dalam masyarakat dan kebudayaan bangsa-bangsa Eropa dan Amerika Modern. Sebaliknya, perkembangan sejarah ilmu sosiologi menyebabkan bahwa ilmu itu sejak mula sudah ada dalam masyarakat dan kebudayaan bangsa-bangsa yang hidup dalam lingkungan kebudayaan Ero-Amerika.
Lingkungan masyarakat dan kebudayaan Ero-Amerika itu dapat dilokasikan dalam kota-kota, tidak hanya di negaranegara Eropa dan Amerika, melainkan juga di kota-kota di Afrika, Asia, Oseania, dan Amerika Latin.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa ilmu antropologi-sosiologi terutama mencari objek penelitian di dalam masyarakat pedesaan dan sosiologi di masyarakat perkotaan.
Metode ilmiah dari antropologi sosial dan sosiologi. Antropologi mempunyai pengalaman yang lama dalam hal meneliti kebudayaan suku-suku bangsa penduduk pribumi di Amerika, Asia, Afrika, dan Oseania. Suku bangsa itu biasanya hidup dalam masyarakat pedesaan kecil yang dapat diteliti keseluruhannya sebagai kebulatan. Sebaliknya, ilmu sosiologi selalu memusatkan perhatian kepada unsur-unsur atau gejala khusus dalam masyarakat manusia, dengan menganalisa kelompok-kelompok sosial yang khusus (social groupings), hubungan antara kelompok-kelompok atau individu-individu (social relations).
Dengan demikian, apabila ada dua orang ahli sosial yang satu ahli antropologi sosial dan yang seorang ahli sosiologi, hams meneliti masyarakat kecil seperti Mojekerto di Indonesia atau Middletown di Amerika Serikat, maka kedua ahli tadi mengadakan pendekatan yang berbeda. Ahli antropologi sosial akan mencoba meneliti semua unsur dalam kehidupan kotakota itu sebagai kebulatan. Apabila is hanya mengkhususkan kepada suatu unsur tertentu saja dalam kehidupan masyarakat kota. Misalnya, aktivitas kehidupan keagaman atau kekeluargaan, akan menghubungkan unsur-unsur tadi dengan seluruh struktur kehidupan masyarakat kota. Sebaliknya, seorang ahli sosiologi akan meneliti gejala-gejala atau proses-proses khusus dengan tidak perlu memandang dahulu struktur dari keseluruhannya, seperti suatu perkumpulan gereja, hubungan pemerintah dengan penduduk, gerakan-gerakan buruh dalam kota, masalah besar kecilnya kejahatan, dan sebagainya.

Advertisement

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar,