MENGENAL HUBUNGAN RAS KOMPETITIF DI INGGRIS MASA KINI – Hubungan ras di Inggris secara historis telah menunjukkan adanya sejumlah perbedaan dengan hubungan ras di Amerika Serikat dan Afrika Selatan. Yang paling nyata, Inggris tidak pernah mempunyai ekonomi budak di pulau Inggris, sehingga sampai akhir-akhir ini hanya sedikit orang kuli t hitam yang pernah tinggal di sini. Pada masa awal abad xx hanya terdapat sedikit orang kulit hitam yang tinggal di seluruh Inggris (Fryer, 1984). Namun, situasi telah sangat berubah sejak akhir Perang Dunia II. Karena “kekurangan tenaga kerja di Inggris dalam tahun-tahun sesudah perang, maka sjumlah orang dari beberapa koloni Inggris terdahulu — terutama Hindia Barat, India, dan Pakistan — mulai tertarik ke kepulauan Inggris. Sesungguh_ nya, banyak majikan Inggris secara aktif merekrut para pekerja dari daerahdaerah itu (Layton-Henry, 1984). Imigrasi dari daerah-daerah itu telah sangat meningkat selama tahun 1950-an dan awal tahun 1960-an. Dalam tahun 1953 ada sekitar 2000 imigran masuk Inggris, pada tahun1957 jumlahnya telah meningkat menjadi lebih dari 42.000, dan pada tahun 1961 jumlah itu telah membengkak menjadi lebih clari 136.000 (Layton-Henry, 1984). Dewasa ini kira-kira 4 persen penduduk Inggris terdiri dari minoritas etnik Hindia Barat, India, dan Pakistan (Fryer, 1984).

Pada masa awal tahun-tahun sesudah perang , ketika hanya sejumlah kecil imigran yang masuk, terdapat banyak tantangan dari pihak kebanyakan orang Inggris terhadap diterimanya kaum imigran itu sebagai setara, tetapi sedikit saja terdapat permusuhan etnik secara terbuka. Akan tetapi, situasinya segera berubah. Pada akhir tahun 1950-an, kerusuhan ras telah pecah di seluruh Inggris, khususnya di kota-kota industri yang besar. Seruan-seruan semakin santer untuk melakukan pengawasan imigrasi dan pada tahun 1962 telah ditetapkan suatu kebijakan pemerintah yang membatasi imigrasi dalam bentuk Commonwealth Imigration Acts. Akan tetapi karena kebijakan ini menerapkan tindakan pengawasan imigrasi yang lunak, maka kaum penentang imigrasi terus mendesak kasus mereka (Layton-Henry, 1984). Pembatasan migrasi yang baru telah diundangkan pada tahun 1968 dan 1971 (Fryer, 1984). Dan kampanye yang menghasilkan undang-undang itu semakindisertai dengan tulisan-tulisan rasis secara terbuka. Pecahnya kerusuhan-kerusuhan rasial terus terjadi secara sporadik selama tahun 1960-an, 1970-an, dan malah sampai awal tahun 1980-an. Kerusuhan-kerusuhan itu meliputi penyerangan fisik dan pembunuhan anggota minoritas etnik oleh kulit putih, maupun kerusuhan pembalasan oleh minoritas etnik itu sendiri (Layton-Henry, 1984: Fryer, 1984). Sepanjang tahun 1980-an kekerasan rasial dan bentuk-bentuk permusuhan rasial terbuka lairmya telahberkurang, tetapi Inggris telah menj adi suatu masyarakat antagonistik secara rasial di mana kaum minoritas etnik Hindia Barat, India, dan Pakistan secara tidak proporsional terkonsentrasi di bagian dasar anak tangga ekonomi. Mereka banyak melakukan pekerjaan yang tidak disukai oleh orang lain. Lagipula, ancaman kerusuhan terbuka masih sangat mungkin, dan dapat saja meletus lagi di waktu dekat.

Filed under : Bikers Pintar,