Advertisement

Pianis, komponis, negarawan, dan perdana menteri Polandia. Ia tumbuh dalam masa ketika Polandia menjadi negara tertindas di Eropa Timur. Paderewski lahir di Kurylowka, Propinsi Podolia (kini wilayah Ukraina, Rusia). Orang tuanya cukup berada; ayahnya gemar bermain biola. Beberapa bulan setelah ia lahir, ibunya meninggal. Dalam usia menjelang tiga tahun Paderewski memperlihatkan bakatnya bermain piano. Namun ayahnya lebih suka jika ia bisa memainkan biola.

Bertahun-tahun kemudian Paderewski terus bermain piano nyaris tanpa tuntunan guru. Pernah seorang guru pianonya kewalahan karena tidak tahan mendengar improvisasi yang dibuat Paderewski. Pada suatu ketika permainannya menarik perhatian pasangan suami istri Chodkicqiez, yang kemudian membiayai Paderewski untuk belajar di Konservatorium Warsawa. Ketika itu Paderewski berusia 12 tahun. Sejak itulah ia tumbuh menjadi pianis sekaligus komponis dan menjadi sangat terkenal sejak tahun 1887. Pada tahun 1899 ia mulai menghasilkan karya berbentuk opera, antara lain Man.ru. Pada tahun 1904, setelah melakukan serangkaian tur keliling Eropa, Australia, dan Selandia Baru, Paderewski merasa jenuh bermain piano.

Advertisement

Dalam masa awal Perang Dunia I Polandia merasakan ancaman Rusia. Negara ini menilai bantuan Sekutu sebagai satu-satunya kesempatan untuk menangkal ancaman Rusia. Paderewskilah yang dinilai pantas mewakili negaranya untuk membuka hubungan dengan Sekutu. Selama tur kelilingnya ia menjalin persahabatan dengan sejumlah politikus. Kecakapannya di bidang politik mengesankan para negarawan Eropa Barat. Maka, keberhasilan demi keberhasilan dalam terobosan politik dirasakan oleh Polandia. Setelah Perang Dunia I usai, Paderewski ditunjuk mewakili bangsanya ke Konferensi Perdamaian.

Tuntutan sebuah negara yang baru merdeka adalah adanya bentuk khas pemerintahan. Sebagian pemimpin negara tersebut ketika itu mengusulkan bentuk pemerintahan sosialis ekstrem, sebagian lagi bentuk moderat. Akhirnya yang diterima adalah bentuk moderat sebab bentuk sosialis tidak disukai negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat, yang menjadi tumpuan Polandia dalam pembangunan ekonominya. Pilihan sebagai kepala negara jatuh pula kepada Paderewski. Maka ia pun menjadi presiden sekaligus perdana menteri Polandia. Dalam masa pemerintahannya Polandia mencatat berbagai kemajuan pesat, terutama di bidang ekonomi.

Pada tahun 1924 Josef Pilsudski, dari kelompok sosialis ekstrem yang tersisih, melancarkan kudeta terhadap Paderewski. Revolusi ini berhasil. Paderewski turun dan memutuskan untuk mengasingkan diri ke Swis lalu ke Kalifornia, juga kembali mengadakan konser. Pada tahun 1926 ia diangkat sebagai bang-sawan oleh Pemerintah Inggris karena karya amalnya menghibur para serdadu Inggris dengan konsernya. Ketika Nazi menguasai Polandia (1939), Paderewski diangkat menjadi presiden Pemerintahan Polandia di pangasingan (Perancis). Namun dua tahun kemudian ia meninggal.

Advertisement