Advertisement

JEAN FRANCOIS CHAMPOLLION (1790 – 1832), terkenal karena berhasil membaca dan menguraikan tulisan hieroglif Mesir. Ia memberikan sumbangan besar pada dasar-dasar Egiptologi. Peristiwa ini bermula ketika seorang perwira Napoleon Bonaparte menemukan batu Rosetta di muara Sungai Nil. Batu basalt yang panjangnya 114 sentimeter, tebal 28 sentimeter, dan lebar 72 sentimeter ini dibawa ke Perancis untuk dipelajari. Sebelum batu itu dipindahkan dari Perancis untuk disimpan di British Museum, Champollion telah membaca dan menerjemahkannya.

Champollion, si ahli bahasa, berhasil membaca naskah pada batu itu karena pada batu tersebut tergurat sebuah dekrit dalam tiga bahasa, yakni bahasa Mesir Kuno yang bertulisan hieroglif, bahasa Mesir yang bertulisan Demotik, dan Yunani. Dengan menerjemahkan naskah bahasa Yunani, ia berhasil membaca naskah yang menggunakan tulisan hieroglif karena isi teksnya sama. Isi tulisan itu sebuah dekrit para imam Mesir untuk memperingati Ptolemeus V Ephipanes, Raja Mesir dari 203 SM hingga 181 SM.

Advertisement

Seluruh isi naskah telah dibaca Champollion tahun 1822. Ia menerbitkan sebuah makalah, Lettre a M. Dacier, berisi hasil karyanya pada tahun itu juga. Berpegang pada makalah ini, kini para ahli dapat membaca naskah-naskah Mesir Kuno.

Advertisement