Advertisement

Bapak Palang Merah Internasional dan pendiri Persatuan Pemuda Kristen Sedunia (YMCA). Bersama Frederic Passy, ia merupakan orang pertama yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1901.

Henri Dunant lahir di Jenewa. Ia seorang bankir dan anggota aktif Persatuan Gereja Sedunia; juga pendorong utama YMCA, suatu organisasi yang bertujuan mempererat hubungan antarpemuda Kristen sedunia. Tahun 1859, secara kebetulan ia menjadi saksi mata pertempuran yang terjadi di Solferino antara Perancis dan Austria. Hatinya tergugah melihat korban perang yang ditelantarkan begitu saja. Sejak itu, ia berjuang menolong korban perang. Bukunya Un Souvenir de Solferino (1862) membuka mata para penguasa Eropa tentang perlunya sukarelawan internasional untuk memberi bantuan kemanusiaan kepada mereka yang menjadi korban peperangan, tanpa melihat kawan atau musuh.

Advertisement

Tahun 1863, suatu panitia internasional dibentuk untuk membicarakan rencana mendirikan badan sukarelawan ini. Tahun berikutnya, 1864, Konvensi Jenewa pertama ditandatangani oleh 16 negara. Di bawah naungan konvensi ini, Dunant mendirikan Palang Merah. Badan ini sangat berjasa clalam Perang Perancis-Prusia (1870-1871). Sejak perang itu, Palang Merah mulai dikenal di mana-mana. Dunant sendiri kemudian menghilang karena jatuh miskin. Baru tahun 1895, seorang wartawan menemukan dia di Heiden, Swis. Ketika itu, walau tidak lagi menonjol, ia tetap aktif. Melalui surat-suratnya, ia tidak jemu-jemu mendorong supaya ada pendekatan antarbangsa untuk mencegah timbulnya peperangan baru. Konferensi Den Haag (1899-1907) adalah hasil perjuangannya.

 

Advertisement