Advertisement

MENGENAL JENIS KELINCI – Suatu jenis hewan menyusui yang berteli­nga panjang seperti corong, dan berjalan dengan me­lompat-lompat. Dua buah gigi seri atks dan dua buah gigi seri bawahnya berbentuk pahat dan tumbuh terus selama hidupnya, seperti gigi seri binatang pengerat (Rodentia). Dahulu kelinci dianggap anggota Roden- tia. Namun, ternyata berbeda dengan binatang penge­rat yang hanya memiliki dua buah gigi seri atas, ke­linci mempunyai empat buah, meskipun hanya 2 buah di bagian depan yang panjang, berbentuk pahat, serta tumbuh terus. Selain itu, penyelidikan terakhir tU ngungkapkan bahwa dalam uji serologi ternyata felinci tidak mempunyai hubungan darah dengan RoHentia malahan lebih dekat dengan hewan berteracak nJngu^ta) seperti kambing. Kelinci juga tidak pernah memegang makanan dengan kaki depannya seperti ti­kus dan bajing. Perbedaan lainnya, penis kelinci terle­git di belakang buah zakar, seperti pada kanguru atau binatang berkantung umumnya. Struktur giginya mi­rip sekali dengan tikus dan landak. Berbeda pula de­ngan Prodentia yang kebanyakan berekor panjang, ke­linci berekor pendek.

Orang Eropa membedakan kelinci atas rabbit dan h are. Rabbit umumnya membuat liang sebagai tempat tinggal: hidupnya bergerombol; mata bayinya yang baru lahir tertutup dan tubuhnya gundul. Hare tidak membuat liang, kecuali pada waktu menjelang bera­nak; hidupnya menyendiri; bayinya yang baru lahir sudah melek dan tubuhnya berbulu lebat. Dari pera­wakan luar sangat sulit membedakan rabbit dan hare.

Advertisement

Kelinci hampir terdapat di seluruh dunia, kecuali Kutub, Madagaskar, sebagian Indonesia, dan Ameri­ka Selatan. Kelinci didatangkan dari Eropa pada tahun 1787 dan 1791 ke Australia, serta tahun 1838 dan 1864 ke Selandia Baru. Sekarang kelinci di Australia dianggap sebagai hama, karena perkembangbiakan­nya cepat sehingga menjadi penyaing ternak serta bi­natang asli dalam mencari makan. Memasukkan ke­linci ke Australia ini merupakan contoh dampak negatif memasukkan binatang asing ke suatu daerah.

Kelinci aktif mencari makan pada malam hari, mes­kipun ada pula yang mencari makan pada senja dan fajar. Makanannya berupa rerumputan dan dedaunan. Alat pencernaan makanan kelinci unik, terdiri atas pe­rut, sekum, dan usus. Sekum merupakan bagian usus yang melebar dengan dinding berlipat-lipat. Bagian usus iri mempunyai kapasitas menampung makanan 10 kaii kapasitas perut. Boleh dikatakan sekum meru­pakan bagian terbesar dari saluran pencernaan kelinci.

Di dalam sekum, makanan dicerna dengan bantuan ja­sad renik (bakteri) mirip perut kitab-kitab pada hewan memamah biak. Pada kelinci dikenal precocial, arti­nya memakan tinja kembali. Tinja ini mengandung banyak lendir seperti agar-agar yang dikeluarkan pada malam hari dan akan tetap lembek sampai pagi hari. Kotoran ini penuh vitamin BI yang penting untuk menjaga kesehatan kelinci. Tanpa makan ini, kelinci hanya bertahan hidup 3 minggu.

Untuk menghindari musuh, kelinci mengandalkan indera penciuman, pendengaran, serta kemampuan­nya berlari cepat dalam jarak pendek sambil mencari lubang atau liang untuk bersembunyi. Kecepatan lari kelinci dapat mencapai 80 kilometer per jam. Jika ada bahaya, kelinci menghentak-hentakkan kaki bela­kangnya pada tanah dengan suara cukup keras, sehingga dapat didengar telinga manusia dalam jarak cukup jauh. Bunyi ini merupakan alarm bagi kelinci lain agar waspada. Umur akil balig kelinci 10 bulan – 2 tahun. Setelah bunting 23 – 47 hari, kelinci melahir­kan 2-8 anak, namun ada pula melahirkan 15 ekor. Beberapa saat sesudah melahirkan, induknya dapat kawin lagi, sehingga sambil menyusui, induk ini su­dah bunting lagi. Dengan demikian, secara teoretis da­lam setahun, kelinci bisa beranak 8-10 kali. Namun angka kegagalan kelangsungan hidup embrionya (abortus) pun cukup tinggi, yaitu mencapai 60 persen pada kelinci peliharaan. Maka hanya kira-kira 30 ekor anak per tahun saja yang dihasilkan seekor induk, dan binatang ini setahun beranak 5-7 kali. Umumnya ha­re beranak lebih sedikit. Jumlah anak yang dilahirkan meningkat sesuai dengan umur induk. Induk yang me­lahirkan banyak anak berstatus sosial lebih tinggi da­ripada lainnya.

Di Indonesia hanya dikenal 2 jenis kelinci liar dan 1 jenis kelinci piara, yaitu kelinci hutan Jawa Barat atau kelinci tengkuk hitam yang hanya terdapat di se­bagian Jawa Barat dan kelinci Sumatra yang terdapat di Sumatra. Kelinci di hutan Jawa Barat bukan bina­tang asli Jawa, melainkan bawaan dari India.

Kelinci Tengkuk Hitam bercirikan warna bulu ke­labu di bagian punggung dengan corengan hitam di­basuh warna cokelat kemerahan, kecuali tengkuk yang bertutul hitam beludru meluas sampai bahu. Te­linga sebelah dalamnya cokelat kelabu-kelabuan, sedangkan sebelah luar kehitam-hitaman dan berjum- bai putih di sepanjang pinggir telinga bagian atas. Per­mukaan bawah dan bagian sebelah dalam tungkai dan ekornya putih. Panjang tubuhnya 22 – 52 sentimeter, tidak termasuk ekornya yang 5-7 sentimeter. Bobot­nya 1 -4 kilogram. Panjang telinganya 10-12 senti­meter dan ekornya 5 sentimeter. Di Sri Lanka, kelinci ini berbiak pada bulan Oktober – Februari. Jumlah anak yang dilahirkan umumnya hanya seekor, kadang kala 2 ekor. Kelinci yang termasuk hare ini dilindungi undang-undang.

Kelinci Sumatra bercirikan warna tubuh kelabu bungalan dengan beberapa garis cokelat; ada yang menyilang tubuh. Panjang tubuhnya 36 – 40 sentime­ter, tidak termasuk ekor yang hanya sepanjang 1,5 sentimeter. Panjang telinganya 4,5 – 5 sentimeter. Pantat dan ekornya berwarna lebih cerah kemerah- merahan. Di alam, populasi kelinci ini jarang. Kelinci ini termasuk hare. Hidupnya di sepanjang* dataran tinggi Bukit Barisan, Sumatra. Di hutan, makanannya berupa tumbuh-tumbuhan berbatang tebal (sukulen). Di peliharaan, hewan ini mau makan nasi, jagung mu­da, roti, pisang, dan nanas, tetapi menolak sayur-sa­yuran, umbi-umbian, dan kulit batang. Binatang ini dilindungi undang-undang.

Kelinci Piara berwarna cokelat muda bercampur hitam dan tengkuknya berwarna bungalan. Panjang tubuhnya 35 – 50 sentimeter, tidak termasuk ekor yang 4-7 sentimeter. Panjang telinganya 7-8 senti­meter. Beratnya 1 – 7 kilogram. Warna yang disebut­kan di atas adalah warna kelinci liar. Sekarang ini, warna kelinci beraneka ragam, karena adanya seleksi manusia, misalnya putih polos. Dalam setahun, bina­tang ini bisa beranak enam kali dengan 3-9 ekor anak setiap kelahiran. Lama masa bunting 28 – 33 ha­ri. Kelinci mulai beranak pada umur 4-12 bulan dan berlanjut sampai umur 18 tahun. Seekor kelinci betina rata-rata dapat menghasilkan 30 ekor anak setahun. Karena perkembangbiakannya yang cepat, kelinci ini dianggap hama pertanian dan peternakan yang serius di tempatnya yang baru seperti Australia dan Selandia Baru. Kelinci mulai dibudidayakan manusia pada abad ke-16 oleh seorang biarawan Katolik di Perancis. Di samping dagingnya, kelinci menghasilkan ku­lit dan bulu sebagai bahan industri kerajinan dan pa­kaian. Kelinci piara termasuk rabbit.

 

Incoming search terms:

  • pengertian kelinci
  • definisi kelinci
  • perbedaan bunny dan rabbit
  • perbedaan rabbit dan bunny
  • arti dari kelinci
  • definisi tentang kelinci
  • Beda bunny dan rabbit
  • Penjelasan tentang kelinci
  • penjelasan kelinci
  • keterangan kelinci

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kelinci
  • definisi kelinci
  • perbedaan bunny dan rabbit
  • perbedaan rabbit dan bunny
  • arti dari kelinci
  • definisi tentang kelinci
  • Beda bunny dan rabbit
  • Penjelasan tentang kelinci
  • penjelasan kelinci
  • keterangan kelinci